Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Iran Jawab Gertakan Trump, Selat Hormuz Terbuka untuk Semua, Kecuali Musuh!

Ari Arief • Senin, 23 Maret 2026 | 08:05 WIB

Selat Hormuz.
Selat Hormuz.

KALTIMPOST.ID,JAKARRA-Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan ancaman keras kepada Iran untuk segera membuka blokade di Selat Hormuz. Tak main-main, Trump memberikan tenggat waktu 48 jam atau Teheran harus siap menghadapi pemadaman listrik total akibat serangan militer.

Ancaman ini menyusul langkah Iran yang melumpuhkan jalur pelayaran krusial tersebut sebagai bentuk perlawanan atas perang yang melibatkan AS dan Israel sejak 28 Februari 2026 lalu.

Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan posisi AS terhadap pemblokiran jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia tersebut.

"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz tanpa ancaman dalam waktu 48 jam, Amerika Serikat akan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar!" tulis Trump sebagaimana dikutip dari AFP, Minggu (22/3).

Baca Juga: Bebas Galian dan Kabel Semrawut, IKN Terapkan Teknologi Terowongan Bawah Tanah MUT

Respon Teheran: "Terbuka, Kecuali untuk Musuh"

Menanggapi gertakan tersebut, perwakilan Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO), Ali Mousavi, menyatakan bahwa Selat Hormuz pada dasarnya tetap terbuka bagi pelayaran global. Namun, ia memberikan catatan tebal mengenai siapa yang diizinkan lewat.

"Selat Hormuz terbuka untuk semua orang, kecuali 'musuh'," tegas Mousavi seperti dilaporkan kantor berita Mehr. Ia menambahkan bahwa faktor keamanan kapal dan kru sangat bergantung pada koordinasi dengan otoritas Iran di wilayah tersebut.

Meski mengklaim tetap mengedepankan diplomasi, Mousavi menekankan bahwa perdamaian hanya bisa tercapai jika agresi terhadap negaranya dihentikan sepenuhnya dan adanya jaminan kepercayaan antarpihak.

Baca Juga: Ketegangan Selat Hormuz Memuncak, Iran Mulai Sebar Ranjau, Trump Ancam Balasan '20 Kali Lipat'

Dampak Ekonomi Global Mengkhawatirkan

Blokade di jalur sempit Teluk ini telah memicu guncangan hebat pada ekonomi dunia. Terhambatnya distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) menyebabkan harga bahan bakar meroket tajam di berbagai negara.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya inflasi global yang tak terkendali. Negara-negara importir energi kini tengah berpacu dengan waktu untuk mencari rute alternatif dan mengandalkan cadangan strategis mereka guna menjaga stabilitas ekonomi domestik selama konflik bersenjata ini berlangsung.

Dunia kini menanti dengan cemas: apakah diplomasi akan menang, ataukah 48 jam ke depan akan menjadi awal dari eskalasi perang yang lebih gelap di tanah Persia.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#trump #gertakan #selat hormuz #iran