KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pola pembelajaran di SMA 3 Samarinda kini tengah dipoles, sekolah yang berada di Jalan Juanda itu kini berstatus sekolah model untuk Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Status itu didapat setelah Keputusan Direktorat Jendral PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026 terbit. Keputusan yang rilis pada 12 Maret 2026 itu, menetapkan SMA 3 Samarinda bersama SMA 1 di Balikpapan untuk mewakili Kaltim masuk dalam daftar 140 sekolah penggerak pelaksanaan PM dan KKA. Sekolah yang dicanangkan jadi laboratorium masa depan pendidikan se-Indonesia.
Kepala SMA 3, Supartinah, menyebut penetapan itu sebagai "kado lebaran". Capaian yang diperoleh untuk semua kerja keras berbagai elemen di sekolah dengan dukungan pemerintah.
Status sekolah model PM dan KKA untuk sekolaj yang akrab dikenal dengan jenama Smaga itu, disebutnya, kian mengukuhkan identitas sebagai sekolahnya para juara di Bumi Etam.
"Kami tak hanya ingin prestasi akademik, tapi juga unggul dalam karakter, kompetensi, hingga inovasi pembelajaran," katanya. Penjabat Sekolah Model di SMA 3, Fathur Rachim, menambahkan. Selepas penetapan pusat itu, kini mereka akan menyusun peta jalan pengembangan model KKA yang terintegrasi dalam ekosistem pembelajaran yang ada.
Dia optimis, dua tahun ke depan, usai penetapan itu, Smaga bakal mampu bersaing dengan sekolah-sekolah betaraf nasional. "Bukan tak mungkin, dua tahun kemudian SMA 3 jadi barometer pendidikan di Kaltim dan Indonesia dalam pelaksanaan PM dan KKA," tegasnya.
Keputusan Mendikdasmen ini juga menetapkan sejumlah program strategis. Mulai dari peningkatan kemampuan pemecahan persoalan nyata, membangun logika, hingga pemanfaatan teknologi secara bijak.
Fathur pun mengungkap jika model pembelajaran yang mengembangkan transformasi pendidikan digital, yang akhirnya ditetapkan pusat itu sudah dirancang sejak tahun lalu. "Roadmap-nya jadi sekolah model sudah disusun sejak Juli 2025," akunya mengakhiri. (riz)
Editor : Muhammad Rizki