Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: Kunjungan ke IKN Terjadi Lonjakan tapi Sayang Wisatawan Lebih Memilih Menginap di Balikpapan karena Alasan Akomodasi yang Lengkap

Muhammad Ridhuan • Minggu, 29 Maret 2026 | 09:05 WIB

UMKM yang berjualan di kawasan IKN.
UMKM yang berjualan di kawasan IKN.

KALTIMPOST.ID-Meski permintaan tinggi, pola kunjungan wisatawan menunjukkan kecenderungan unik. Sebagian besar wisatawan tidak menginap di kawasan IKN, melainkan memilih tinggal di Balikpapan.

Hal itu dipengaruhi keterbatasan akomodasi di kawasan IKN yang masih minim. Selain pilihan hotel yang terbatas, faktor harga dan kemudahan akses penerbangan membuat Balikpapan menjadi basis utama wisatawan.

“Kalau hitung-hitungan budget, lebih masuk akal menginap di Balikpapan. Pilihan hotel juga lebih banyak. Akhirnya pola kunjungannya lebih ke pulang-pergi atau hanya beraktivitas di IKN,” ungkap Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kaltim Syarifuddin Tangalindo.

Di tengah kondisi tersebut, ASITA melihat geliat ini sebagai peluang besar bagi industri perjalanan.

Paket-paket wisata mulai disusun untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan, terutama yang datang secara terencana melalui agen perjalanan.

Namun, tantangan muncul bagi wisatawan yang datang secara spontan. Keterbatasan fasilitas dasar seperti kuliner dan transportasi di dalam kawasan masih menjadi kendala.

“Kalau yang datang dadakan, biasanya bingung mau makan di mana. Karena rumah makan masih terbatas. Bahkan kemarin banyak yang akhirnya bawa makanan sendiri,” ungkapnya.

Dari sisi akses, Syarifuddin menilai tingginya minat masyarakat sebenarnya tetap terjadi meskipun infrastruktur belum sepenuhnya ideal.

Namun, ia menekankan bahwa kemudahan akses akan menjadi faktor penentu untuk menjaga keberlanjutan kunjungan.

Ia mencontohkan, perjalanan melalui jalur darat eksisting masih memakan waktu cukup panjang, terutama jika melewati jalur Samboja yang bisa mencapai lebih dari satu setengah jam dari titik tertentu.

“Permintaan tetap tinggi walaupun akses belum sempurna. Tapi tentu akan jauh lebih ideal kalau akses dipercepat. Wisatawan itu ingin efisien, tidak habis waktu di jalan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar lonjakan kunjungan saat ini tidak membuat pemangku kepentingan terlena.

Menurutnya, banyaknya wisatawan belum menjadi indikator bahwa IKN telah siap sebagai destinasi wisata matang. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #libur lebaran #Kutai Barat #Bupati PPU Mudyat Noor