KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kalimantan Timur (Kaltim) yang berjumlah puluhan personel mendapat kritikan.
Kritikan itu datang dari Anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Kaltim, Aji Mirni Mawarni, yang menybeut jumlah tim TAGUPP Kaltim terlalu banyak serta mempertanyakan aspek kompetensinya.
Aji Mirni mengatakan, pembentukan tim dengan jumlah besar seharusnya diikuti dengan kinerja yang cepat dan efektif dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Harapannya dengan tim yang banyak ini memang bisa bekerja cepat. Tapi pertanyaannya, apakah orang-orang yang dipilih itu benar-benar kompeten?” kata Aji Mirni diwawancara via telepon, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, tujuan pembentukan tim ahli memang baik, yakni mempercepat pembangunan di Kaltim. Namun, kompetensi setiap individu yang terlibat tetap harus menjadi pertimbangan utama.
Selain soal kompetensi, Aji Mirni juga menyoroti keterlibatan sejumlah figur dari luar daerah dalam tim tersebut. Pihaknya mempertanyakan sejauh mana keterikatan moral mereka terhadap pembangunan daerah.
“Kalau orang luar Kaltim, apakah punya keterikatan moral terhadap daerah ini? Itu yang perlu dipertanyakan,” ujarnya.
Dia menilai pelibatan tenaga dari luar daerah sebenarnya bukan hal baru, namun perannya harus jelas, apakah hanya sebagai pengarah atau pelaksana teknis.
“Saya pernah melibatkan konsultan dari luar, tapi mereka hanya sebagai pengarah. Pekerjaan tetap dilakukan oleh orang daerah,” katanya.
Baca Juga: TAGUPP Kaltim Terbentuk: Bambang Widjojanto Hingga Irianto Lambrie Kawal Fiskal Daerah
Aji Mirni juga menyinggung isu kedekatan atau hubungan kekerabatan dalam komposisi tim ahli gubernur. Dia menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah selama individu yang dipilih memiliki kompetensi yang jelas.
“Kalau memang saudara tapi kompeten, tidak masalah. Tapi kalau karena hubungan keluarga lalu kompetensinya tidak jelas, itu yang jadi persoalan,” tegasnya.
Pihaknya menyarankan kepada gubernur untuk membuka secara transparan latar belakang para anggota tim ahli kepada publik.
Baca Juga: Strategi Irianto Lambrie Pimpin 34 Ahli TAGUPP Kaltim: Incar PAD dari Alur Sungai dan Pesisir
“Harus ditransparansikan. Background-nya apa, kompetensinya apa. Masyarakat berhak tahu,” ujarnya. Pada bagian lain, dirinya menilai Kalimantan Timur memiliki banyak sumber daya manusia yang mampu dan layak diberi kesempatan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Kaltim, kata dia, sebenarnya SDM-nya mempuni. Data BPS 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim menempati urutan keempat nasional. Bahkan disebutnya ada dosen FEB Unmul yang masuk 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia versi Stanford University (2025).
Artinya, masyarakat lokal sering kali kalah bukan karena kurang kemampuan, melainkan minim kesempatan. “Saya yakin banyak orang Kaltim yang kompeten. Mereka mampu, hanya tidak diberi kesempatan,” katanya.
Pihaknya mencontohkan pengalamannya saat melibatkan pegawai daerah dengan latar pendidikan SMA dalam pelatihan teknis, yang ternyata mampu mengikuti materi setara peserta sarjana dari daerah lain. “Itu membuktikan kapasitas orang daerah ada. Tinggal diberi peluang,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya menegaskan pembangunan daerah seharusnya memberi ruang seluas-luasnya bagi putra-putri daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka. “Saya yakin kalau dibuka secara terbuka, banyak putra-putri Kaltim yang mampu," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki