Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Duka Indonesia! Prajurit TNI Gugur di Lebanon Saat Misi Perdamaian, 3 Rekan Luka-luka di Tengah Konflik Memanas

Ilmidza • Senin, 30 Maret 2026 | 11:24 WIB

Ilustrasi ledakan.
Ilustrasi ledakan.

KALTIMPOST.ID, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) membenarkan kabar duka mengenai gugurnya seorang prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Kejadian ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewangkang, menjelaskan bahwa insiden tersebut menimpa kontingen Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) saat bertugas di wilayah yang rawan konflik. “Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di UNIFIL, setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr,” ujar Yvonne dalam keterangan tertulis, Senin (30/3).
Insiden ini terjadi di tengah laporan meningkatnya serangan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih luas di wilayah tersebut. Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan yang menelan korban dari pasukan penjaga perdamaian dan menyerukan adanya penyelidikan yang menyeluruh serta transparan terhadap kejadian tersebut. “Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” tegas Yvonne.

Baca Juga: Trump Klaim AS Sudah Kuasai Selat Hormuz, Koordinasi Erat dengan Netanyahu, Iran Diprediksi Terpaksa Teken Kesepakatan
Selain itu, pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas mulia demi perdamaian dunia. “Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” jelasnya. Pemerintah juga memberikan perhatian penuh kepada tiga personel yang terluka dan memastikan mereka menerima perawatan medis terbaik. “Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah segera dilakukan, serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka,” tambahnya.
Kemlu menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian harus menjadi prioritas dan dihormati oleh semua pihak yang terlibat konflik. Indonesia juga kembali mengecam serangan militer Israel di Lebanon selatan yang dinilai memperburuk situasi keamanan dan kemanusiaan. “Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan serta integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian,” jelas Yvonne.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah Indonesia terus menjalin koordinasi intensif dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta otoritas terkait untuk memantau situasi dan menjamin perlindungan bagi seluruh personel yang bertugas. “Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama,” pungkasnya.

Editor : Ilmidza
#konflik Iran Amerika 2025 #TNI Gugur #ledakan lebanon