KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih menjadi prioritas utama penyaluran APBN di Kalimantan Timur. Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target.
Pada 2026, dijelaskan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kaltim Tjahjo Purnomo, total alokasi anggaran untuk IKN mencapai Rp10,83 triliun atau sekitar 57 persen dari total belanja kementerian/lembaga di wilayah Kalimantan Timur.
Tjahjo menegaskan bahwa fokus utama anggaran tersebut adalah pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi fondasi utama kawasan ibu kota baru. “Fokusnya masih pada pembangunan jalan, jembatan, konektivitas, serta infrastruktur dasar lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: Belanja APBN di Kaltim Tembus Rp 5,04 Triliun, Sektor Infrastruktur Jadi Motor Utama Pertumbuhan
Hingga awal tahun, realisasi belanja untuk mendukung pembangunan IKN telah mencapai sekitar Rp744 miliar. Angka tersebut sebagian besar terserap dalam belanja modal, khususnya untuk pembangunan jalan bebas hambatan dan infrastruktur penunjang lainnya.
Dia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki dampak ekonomi yang luas. Tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi masyarakat. “Semakin banyak pembangunan, maka semakin besar penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi ikut bergerak,” jelasnya.
Baca Juga: Tol IKN Diserbu 84.457 Kendaraan saat Libur Lebaran, Gerbang Tol Manggar Jadi Titik Padat
Dia menambahkan, pembangunan IKN juga mendorong sektor lain seperti konstruksi, perdagangan, dan jasa. Meski belum sepenuhnya rampung, pembangunan IKN tetap berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pemerintah memastikan proyek strategis itu terus dilanjutkan sesuai tahapan yang telah direncanakan, dengan fokus pada penyelesaian infrastruktur dasar sebagai fondasi utama. Keberlanjutan pembangunan ini diharapkan mampu menjaga momentum investasi dan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi di Bumi Etam. (riz)
Editor : Muhammad Rizki