Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Saat Gempa 7,6 Mengguncang: Jalan Bergoyang, Warga Lari, Bangunan Runtuh, 1 Nyawa Tak Tertolong

Uways Alqadrie • Kamis, 2 April 2026 | 13:36 WIB
Kondisi bangunan yang rusak akibat gempa magnitudo 7,6 di Manado, Kamis (2/4). Material bangunan runtuh berserakan, sementara warga dan aparat berjaga di sekitar lokasi terdampak. (Foto Jawa Pos Group)
Kondisi bangunan yang rusak akibat gempa magnitudo 7,6 di Manado, Kamis (2/4). Material bangunan runtuh berserakan, sementara warga dan aparat berjaga di sekitar lokasi terdampak. (Foto Jawa Pos Group)

KALTIMPOST.ID, BITUNG – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 menggoyang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4) pagi. Getaran kuat terasa di sejumlah daerah, mulai dari Bitung, Manado hingga Ternate.

Data sementara, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Manado setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Selain itu, satu orang mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis.

Baca Juga: 1.000 Pengacara Siap Bela Polri di Kasus Ijazah Jokowi, Gugatan CLS Disebut Keliru

Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), gempa terjadi pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut tenggara Bitung, pada kedalaman 62 kilometer. 

Getaran dirasakan kuat selama beberapa detik dan memicu kepanikan warga.

Sejumlah warga mengaku merasakan guncangan hebat hingga membuat bangunan dan perabot bergoyang. Bahkan, ada yang menyebut permukaan jalan seperti ikut bergerak.

Di Manado, dampak gempa juga dirasakan di fasilitas kesehatan. Puluhan pasien di rumah sakit terpaksa dievakuasi keluar gedung sebagai langkah antisipasi. Mereka ditempatkan di area terbuka hingga kondisi dinyatakan aman.

Proses evakuasi sempat berlangsung panik. Pasien dan tenaga medis berupaya keluar melalui tangga darurat. Sebagian pasien yang tidak bisa berjalan harus dibantu menggunakan kursi roda.

Baca Juga: Gempa Bitung M7,6 Picu Tsunami di Sulut–Malut, Ini Daftar Wilayah Terdampak dan Tinggi Gelombangnya

Sementara itu di Bitung, warga berhamburan keluar rumah dan tempat usaha saat gempa terjadi. Aktivitas di pasar sempat terhenti, bahkan beberapa lokasi dilaporkan mengalami pemadaman listrik.

Kekhawatiran meningkat karena sebagian wilayah berada di kawasan pesisir. Warga pun memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah adanya peringatan kewaspadaan.

Di Ternate, laporan sementara menyebutkan adanya kerusakan pada sejumlah rumah dan tempat ibadah. Meski begitu, belum ada laporan korban jiwa dari wilayah tersebut.

BNPB juga mencatat adanya gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil. Selain itu, sistem peringatan dini mendeteksi gelombang laut setinggi sekitar 0,2 hingga 0,3 meter di beberapa wilayah.

Baca Juga: Turunkan Dua Tim ke Kejurnas U-12 Bogor, FOSSBI Kaltim Targetkan Pembinaan Kontinu

Meski tergolong kecil, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang lanjutan. Warga yang tinggal di pesisir diminta menjauhi pantai hingga ada pernyataan resmi dari pemerintah.

Hingga kini, pendataan dampak gempa masih terus dilakukan oleh pihak berwenang di daerah terdampak.

Editor : Uways Alqadrie
#gempa bumi Sulut #Bitung #gempa bumi #bnpb #maluku utara