Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Viral! Isi Pesan Panjang Presiden Iran untuk Rakyat AS! Singgung Perang dan Kudeta 1953

Uways Alqadrie • Kamis, 2 April 2026 | 14:24 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkia
Presiden Iran Masoud Pezeshkia

KALTIMPOST.ID, TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menyampaikan pesan panjang kepada masyarakat Amerika Serikat di tengah memanasnya konflik kawasan Timur Tengah. 

Lewat akun media sosial X, ia menegaskan bahwa Iran tidak pernah menjadi pihak yang memulai perang, meski kerap menghadapi tekanan dan serangan dari luar.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menekankan bahwa Iran merupakan bangsa dengan sejarah panjang yang tidak memiliki tradisi agresi, kolonialisme, atau ekspansi.

Baca Juga: Mutasi TNI Maret 2026: 5 Jenderal Bintang Dua dan Satu Jadi Stafsus KSAD Maruli Simanjuntak

Ia menyebut, kekuatan militer yang dimiliki negaranya justru digunakan untuk bertahan, bukan menyerang lebih dulu.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Iran tidak memusuhi rakyat Amerika, Eropa, maupun negara Arab. Menurutnya, pemerintah Iran selalu membedakan antara kebijakan negara dengan masyarakatnya, bahkan di tengah berbagai intervensi dan tekanan politik global.

Pezeshkian juga menyoroti narasi yang kerap menggambarkan Iran sebagai ancaman dunia. Ia menilai stigma tersebut sengaja dibentuk demi kepentingan politik dan ekonomi tertentu, termasuk untuk mempertahankan dominasi militer dan pengaruh global.

Dalam pesannya, ia turut menyinggung kehadiran militer Amerika Serikat di sekitar wilayah Iran yang dinilai sebagai ancaman nyata. Ia menyebut, setiap negara akan bereaksi jika berada dalam posisi serupa.

Menurutnya, langkah yang diambil Iran selama ini merupakan bentuk pembelaan diri yang sah, bukan bentuk agresi. Ia juga mengingatkan bahwa hubungan Iran dan Amerika pada awalnya berjalan baik sebelum memburuk akibat peristiwa kudeta tahun 1953 yang melibatkan intervensi AS.

Baca Juga: Saat Gempa 7,6 Mengguncang: Jalan Bergoyang, Warga Lari, Bangunan Runtuh, 1 Nyawa Tak Tertolong

Pezeshkian menyebut peristiwa tersebut sebagai titik balik yang merusak kepercayaan rakyat Iran terhadap kebijakan luar negeri AS. Sejak saat itu, hubungan kedua negara terus diwarnai ketegangan, termasuk sanksi berkepanjangan dan konflik kepentingan di kawasan.

Ia menutup pesannya dengan menegaskan bahwa tekanan eksternal tidak akan melemahkan Iran, dan negaranya akan tetap berdiri teguh dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional.

Editor : Uways Alqadrie
#Presiden Iran Masoud Pezeshkian #iran #amerika serikat (AS) #donald trump #perang Iran Amerika Serikat