Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Disdikbud Kaltim Berharap WFH Hanya untuk Perkantoran, Sekolah Tetap Tatap Muka

Eko Pralistio • Kamis, 2 April 2026 | 19:45 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Armin. (EKO/KALTIM POST)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Armin. (EKO/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kebijakan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang skema kerja work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) diharapkan tidak menjalar ke proses pembelajaran siswa di sekolah.

Meski Pemprov Kaltim lebih dulu menerapkan skema WFA (work from anywhere) sejak Februari 2026 lalu, penerapan skema kerja seperti itu hanya dijalankan di dinas, bukan untuk di sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Armin mengatakan, penerapan WFA di lingkungan Pemprov Kaltim telah berjalan sebelum kebijakan pusat diberlakukan. 

Baca Juga: Jusuf Kalla Kritik WFH ASN: Hemat BBM tapi Ancam Produktivitas dan Layanan Publik

Karena itu, pihaknya tidak mengalami kendala berarti saat aturan tersebut mulai diterapkan secara nasional.

"Pak Gubernur sudah menyampaikan, kita sebenarnya lebih dulu menjalankan. Jadi ketika pusat menerapkan, kita tidak kaget karena sistemnya sudah berjalan dengan baik,” kata Armin, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, pola kerja WFA justru membawa efisiensi operasional perkantoran. Penggunaan listrik, air, hingga aktivitas kantor dinilai lebih hemat tanpa mengurangi produktivitas pegawai.

Armin menilai sistem kerja berbasis digital membuat tugas aparatur sipil negara tetap berjalan optimal meski tidak selalu bekerja dari kantor.

"Semua sudah digital. Tinggal dibuka sistemnya, pekerjaan tetap bisa dilakukan. Bahkan menurut saya lebih efektif, pegawai bisa lebih dekat dengan keluarga tapi pekerjaan tetap berjalan," ujarnya.

Baca Juga: Evaluasi WFA ASN Kaltim: Absensi Pakai Titik Koordinat, Melanggar Siap-siap TPP Dipotong 1 Persen

Meski WFA berjalan di lingkungan dinas, kebijakan serupa belum tentu diterapkan pada kegiatan belajar mengajar di sekolah.  Armin menegaskan, hingga saat ini sekolah di Kaltim masih menjalankan pembelajaran tatap muka seperti biasa.

Pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah provinsi maupun Kementerian Pendidikan terkait kemungkinan perubahan sistem pembelajaran, seiring surat edaran WFH dari pemerintah pusat sudah disebarkan ke daerah.

"Untuk sekolah kita masih menunggu arahan. Sampai sekarang tetap masuk seperti biasa. Harapannya tetap luring (tatap muka) karena pendampingan kepada siswa itu penting," jelasnya.

Sebab, Armin melanjutkan, pembelajaran daring seperti saat pandemi COVID-19 memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam proses pendidikan karakter dan pengawasan siswa. "Kalau daring itu cukup sulit dalam mendidik anak-anak, jadi kita berharap tetap tatap muka," kuncinya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Disdikbud Kaltim #wfh asn