KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Lonjakan harga cabai yang sempat membuat masyarakat "kepedasan" saat Lebaran 2026 akhirnya diklaim mulai mereda.
Harga cabai disebut sempat tembus hingga Rp 200 ribu per kilogram. Namun bahan dasar dapur itu kini mulai turun seiring distribusi pasca libur Idulfitri berjalan normal.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Ali Wardana, menyebut kenaikan harga terjadi akibat lonjakan permintaan yang tidak diimbangi pasokan.
Baca Juga: Cabai Rawit hingga BBM Dongkrak Inflasi Bulanan Kaltim Maret 2026
Itu terjadi sejak sepekan sebelum Lebaran harga cabai sudah naik dari Rp 70 ribu per kilogram menjadi Rp 80 ribu.
Mendekati hari raya, harga kembali melonjak hingga Rp100 ribu. "Pada hari H Lebaran sampai H+1 bahkan sempat tembus Rp 200 ribuan. Itu karena permintaan masih tinggi, sementara pasokan praktis berhenti,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Menurut Ali, kondisi itu terjadi karena aktivitas distribusi dari daerah pemasok ikut terhenti selama libur Lebaran. Para distributor dan pengirim barang juga merayakan hari raya sehingga pasokan ke Benua Etam disebutnya tersendat.
Baca Juga: Data Pemilik Saham di Atas 1 Persen Kini Terbuka, Strategi OJK Perkuat Kepercayaan Investor Global
Akibatnya, kata dia, stok di pasar semakin menipis sementara kebutuhan masyarakat tetap ada. Situasi itu membuat harga cabai melonjak tajam hingga bertahan di kisaran Rp 200 ribu selama dua hingga tiga hari.
DPPKUKM Kaltim pun langsung berkoordinasi dengan daerah pemasok utama, terutama Jawa Timur. Dari hasil komunikasi, diketahui pengiriman memang berhenti sementara karena aktivitas logistik libur Lebaran.
"Barang memang menipis saat Lebaran sampai dua atau tiga hari. Setelah pengiriman kembali berjalan, harga langsung berangsur turun," jelasnya.
Seiring aktivitas distribusi kembali normal, harga cabai perlahan turun dari Rp 200 ribu menjadi Rp 170 ribu, lalu Rp 80 ribu, hingga kini kembali mendekati harga normal.
Baca Juga: Kaltim Siaga PHK Massal Tambang, Disnakertrans Fokus Kawal Hak Pekerja dan Program JKP BPJS
Berdasarkan pantauan per 31 Maret, harga cabai di Samarinda menunjukkan tren penurunan. Cabai merah besar berada di kisaran Rp 53.700 per kilogram, cabai keriting sekitar Rp 45 ribu, dan cabai rawit merah Rp 77 ribuan.
"Yang masih tertinggi rata-rata cabai rawit merah di kisaran Rp 77.500 per kilogram," katanya.
Kendati demikian, harga cabai di Kabupaten Berau masih tercatat paling mahal dibandingkan daerah lain di provinsi ini, meskipun sudah mulai mengalami penurunan.
Ali menambahkan, tren penurunan juga terjadi pada komoditas lain seperti bawang yang sebelumnya ikut mengalami kenaikan menjelang Lebaran.
Untuk menjaga stabilitas harga ke depan, pemerintah daerah membuka peluang pasokan dari berbagai sentra produksi di Indonesia.
"Kita tidak membatasi daerah pemasok. Selain dari Jawa Timur, pasokan juga banyak berasal dari Sulawesi Selatan. Itu yang dominan menyuplai kebutuhan cabai di Kaltim," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki