KALTIMPOST.ID, KULON PROGO – Suasana duka menyelimuti pemakaman Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Jenazah dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Wates, Minggu (5/4) pagi.
Sebelum dimakamkan, almarhum disemayamkan di rumah duka di wilayah Lendah, Kulon Progo. Prosesi diawali dengan penyerahan jenazah dari keluarga kepada pihak TNI, disertai upacara penghormatan.
Dalam kesempatan tersebut juga dibacakan keputusan kenaikan pangkat luar biasa dari Praka menjadi Kopda anumerta sebagai bentuk penghargaan atas jasa almarhum.
Tangis keluarga pecah saat jenazah diberangkatkan menuju lokasi pemakaman. Tradisi brobosan turut dilakukan sebagai penghormatan terakhir dalam adat Jawa, diikuti oleh keluarga dekat yang berjalan di bawah keranda.
Sepanjang perjalanan menuju TMP Giripeni, warga tampak berdiri di tepi jalan memberikan penghormatan kepada iring-iringan jenazah.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 08.54 WIB, upacara militer dimulai tak lama kemudian dengan penghormatan terakhir berupa tembakan salvo.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Peti jenazah diturunkan ke liang lahat, diiringi doa dan tabur bunga dari keluarga. Upacara ditutup dengan penghormatan senjata.
Usai pemakaman, istri almarhum tak kuasa menahan kesedihan. Ia kembali ke pusara dan memeluk makam sang suami, menggambarkan duka mendalam yang dirasakan keluarga.
Diketahui, Farizal merupakan satu dari tiga prajurit TNI yang gugur dalam dua insiden terpisah saat bertugas bersama pasukan perdamaian PBB di Lebanon selatan.
Baca Juga: Info Terupdate! Seleksi CPNS 2026 Diprediksi Mulai Agustus, Ini Skema Terbaruna
Ia meninggal akibat ledakan proyektil di sekitar pos Indonesia. Sementara dua prajurit lainnya gugur sehari setelahnya akibat ledakan yang sumbernya belum dipastikan.
Ketiga jenazah telah dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4) setelah diterbangkan dari Lebanon melalui Turki.
Editor : Uways Alqadrie