KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Operasional 12 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Timur untuk sementara dihentikan. Kebijakan ini merujuk pada surat Badan Gizi Nasional (BGN) tertanggal 31 Maret 2026.
Penghentian dilakukan setelah ditemukan sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) belum memenuhi standar Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Temuan tersebut berdasarkan laporan Koordinator Regional Kalimantan Timur.
Dalam surat bernomor 1204/D.TWS/3/2026 dijelaskan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas produksi, mutu gizi, hingga aspek keamanan pangan jika operasional tetap berjalan.
Baca Juga: Penyampaian LKPJ 2025: DPRD Balikpapan Mulai Telaah Capaian Kinerja Pemkot
“Maka dengan ini ditetapkan Pemberhentian Operasional Sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlampir terhitung sejak tanggal surat ini diterbitkan,” demikian tertulis dalam surat tersebut.
Selain menghentikan operasional, BGN juga merekomendasikan penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah kepada dapur yang terdampak. Langkah ini berlaku hingga pengelola memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administrasi.
“Menindaklanjuti sanksi tersebut, Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan merekomendasikan pemberhentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah untuk SPPG dimaksud,” lanjut isi surat tersebut.
Pengelola dapur diminta segera melakukan pembenahan, terutama terkait penyediaan IPAL sesuai standar yang ditetapkan.
Baca Juga: Bupati Paser Minta Asisten Baru Hapus Ego Sektoral dan Perkuat Kolaborasi
Sejauh ini belum ada kepastian waktu operasional kembali 12 dapur tersebut. Proses verifikasi akan dilakukan setelah perbaikan dipenuhi.
Tak hanya di Kutim, penghentian sementara juga terjadi di sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Di Kabupaten Paser terdapat 3 dapur yang dihentikan, Kutai Kartanegara 6 dapur, Berau 8 dapur, serta 2 dapur SPPG Mabes Polri.
Selain itu, di Kutai Barat tercatat 3 dapur, Penajam Paser Utara 4 dapur, Balikpapan 17 dapur, Samarinda 12 dapur, dan Bontang 8 dapur juga mengalami penghentian sementara operasional.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kutim, Dwi Nur Shinta, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat maupun sambungan telepon belum mendapatkan respons. (*)
Editor : Duito Susanto