Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ketegangan Selat Hormuz Meningkat, Kapal LNG Qatar Terpaksa Putar Balik

Thomas Priyandoko • Selasa, 7 April 2026 | 09:59 WIB
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat, kapal LNG Qatar terpaksa putar arah. (Foto: Ilustrasi/AFP)
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat, kapal LNG Qatar terpaksa putar arah. (Foto: Ilustrasi/AFP)

 

KALTIMPOST.ID, QATAR – Dua kapal pengangkut gas alam cair (LNG) yang sempat diduga mencoba keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz ternyata berbalik arah dan kini bergerak kembali menuju Qatar.

Pergerakan ini memperlihatkan betapa ketegangan kawasan masih mengganggu jalur energi global.

Data pelacakan kapal menunjukkan tanker Al Daayen pada 6 April malam mengubah tujuan pelayarannya menuju Ras Laffan, Qatar. Kapal tersebut kini bergerak ke arah barat memasuki Teluk Persia.

Baca Juga: Harga Plastik Global 'Mencekik', Pedagang Pasar Tradisional Mulai Putar Otak!

Sementara itu, kapal LNG Rasheeda juga berlayar ke arah yang sama sambil memberi sinyal menunggu instruksi lanjutan. Sebelumnya, kedua kapal itu sempat menyatakan tujuan pelayaran ke Pakistan.

Pergerakan dua kapal tersebut menjadi sorotan para pedagang energi global. Pasalnya, sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu, belum ada pengiriman LNG bermuatan yang melewati Selat Hormuz.

Hanya satu kapal LNG yang diduga kosong tercatat melintasi jalur sempit tersebut pada akhir pekan lalu.

Sebelum konflik memanas, sekitar 20 persen pasokan LNG dunia berasal dari Teluk Persia. Sebagian besar dikirim dari Qatar, dengan tambahan volume lebih kecil dari Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini, 7 April 2026: Naik Rp 19.000, Ini Rincian Harga Terbarunya

Jika jalur Hormuz kembali terbuka, hal itu akan menjadi kabar baik bagi Qatar. Negara tersebut selama lebih dari sebulan terpaksa menghentikan operasional fasilitas ekspor LNG di Ras Laffan akibat serangan Iran.

Akses kembali ke Selat Hormuz memungkinkan Qatar mengirim muatan LNG yang sudah siap di kapal atau menyuplai kembali dari cadangan yang tersimpan di kawasan Teluk.

Sebelumnya, Al Daayen dan Rasheeda memuat LNG dari Ras Laffan pada akhir Februari. Pada 6 April keduanya sempat mendekati Selat Hormuz, bahkan Al Daayen sempat menandai tujuan pelayaran ke China.

Namun hanya beberapa jam kemudian kedua kapal itu berbalik arah dan sempat mengubah tujuan menuju Pakistan saat berada di perairan dekat Abu Dhabi.

Pergerakan kapal di kawasan Teluk Persia sendiri kerap sulit dipastikan. Gangguan elektronik terhadap sinyal kapal atau keputusan awak kapal mematikan transponder demi keamanan di wilayah berisiko sering membuat data pelacakan tidak sepenuhnya akurat.

Kapal Al Daayen dikelola perusahaan pelayaran Seapeak, sedangkan Rasheeda dimiliki perusahaan pelayaran Qatar, Nakilat.

Hingga kini, belum ada kapal energi yang terhubung dengan Qatar tercatat melintasi Selat Hormuz sejak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memanas.

Iran disebut masih membatasi lalu lintas di jalur strategis tersebut, meski beberapa kapal dari negara yang dianggap dekat dengan Amerika Serikat seperti Prancis dan Jepang belakangan dilaporkan diizinkan melintas.

Editor : Thomas Priyandoko
#energi global #selat hormuz #qatar