Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mengenang Hj Meiliana, Mantan Pj Sekprov Kaltim dan Pj Wali Kota Samarinda yang Tutup Usia

Eko Pralistio • Selasa, 7 April 2026 | 20:42 WIB
Hj Meiliana semasa hidup.
Hj Meiliana semasa hidup.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA--Kalimantan Timur berduka. Sosok Hj Meiliana, birokrat senior yang kerap disapa Bunda Mey tutup usia pada Selasa, 7 April 2026 sekitar pukul 18.00 Wita. Almarhumah meninggal dunia di kediamannya di kawasan Carpotek Blok GG, Samarinda. 

Kepergiannya tentu meninggalkan duka yang mendalam terutama bagi aparatur sipil negara yang pernah dekat dan bekerja bersama. Kabar wafatnya Bunda Mey dibenarkan oleh Kepala Biro (Kabiro) Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kaltim, Syarifah Alawiyah.

"Ya, benar. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-nya," ucapnya dikonfirmaai via whatsapp, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Masalah Limbah Serius, 74 Dapur Makan Bergizi Gratis di Kaltim Ditutup Sementara oleh Badan Gizi Nasional

Bagi dia, sosok Bunda Mey bukan hanya sekadar atasan. Tapi juga guru sekaligus motivator yang disebutnya membekas dalam perjalanan karier pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim.

"Beliau guru dan motivator saya. Banyak sekali kebaikan beliau. Orangnya selalu ceria, suka bercanda, dan senang traveling," kenangnya. Syarifah mengingat, semasa dekat dengan almarhum sering diberi nasihat sederhana namun berkesan, khususnya ketika mengajar.

"Beliau pernah bilang, mengajar itu jangan langsung semua ilmunya dikeluarkan. Sedikit-sedikit saja, supaya peserta cepat pintar dan kita dipanggil lagi," tuturnya mengenang mendiang ketika bergurau.

Baca Juga: Basuki Hadimuljono Pastikan Kompleks Istana Wapres Siap Operasional, Tunggu Kepindahan Gibran ke IKN

Untuk diketahui, nama Hj Meiliana tak bisa hilang begitu saja dalam sejarah birokrasi di provinsi ini. Gedung Lamin Etam di Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, yang terletak di Jalan Gajah Mada Samarinda, menjadi momen bersejarah ketika Bunda Mey dilantik sebagai Pejabat (Pj) Sekretaris Provinsi Kaltim.

Bunda Mey kala itu dilantik oleh Gubernur Kaltim saat itu, Awang Faroek Ishak, tepatnya pada 8 Maret 2018. Menariknya, agenda pelantikan itu bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional. 

Momen itulah yang menandai babak baru di lingkungan birokrasi Kaltim. Sebab, sejak provinsi ini berdiri pada 1956, jabatan Sekprov selalu diemban laki-laki.

Baca Juga: Kursi Dirut Bankaltimtara Memanas, Fraksi PDIP DPRD Kaltim Ingatkan Risiko Penurunan Kepercayaan Nasabah

Kehadiran Bunda Mey atau dengan nama asli Meiliana itu seolah mematahkan tradisi yang dianggap panjang itu.

Bunda Mey menjadi satu-satunya perempuan pertama yang diberikan kepercayaan dalam mengisi posisi strategis tertinggi di jajaran ASN Pemprov Kaltim. Bunda Mey ditunjuk menggantikan Rusmadi yang mundur untuk mengikuti Pemilihan Gubernur Kaltim 2018.

Selain itu, mendiang almarhum juga pada November 2015 hingga Februari 2016, Gubernur Awang Faroek, menunjuknya sebagai Penjabat Wali Kota Samarinda saat kepala daerah definitif mengikuti Pilkada.

Setelah masa tugas tersebut, dia kembali mengemban jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim. Puncak pengabdian alumni Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman itu datang ketika dia dipercaya menjabat Pj Sekprov Kaltim tahun 2018.

Kepergian Bunda Mey kini meninggalkan jejak panjang pengabdian sekaligus kenangan tentang sosok pemimpin yang hangat, sederhana, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang di Benua Etam.

"Kami semua berduka, selamat jalan Bunda Mey. Semoga ditempatkan yang terbaik di sisi-nya," pungkas Kabiro Adpim Pemprov Kaltim, Syarifah. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#meninggal dunia #kaltim #samarinda #Pj Sekda