KALTIMPOST.ID, FLORES - Getaran gempa kembali mengguncang wilayah Flores Timur pada Kamis dini hari (9/4/2026), membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Guncangan utama berkekuatan magnitudo 4,7 disusul gempa lanjutan yang turut memperkuat rasa khawatir masyarakat.
Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 23.17 WITA dengan pusat berada di daratan, sekitar 24 kilometer dari Larantuka. Kedalaman yang dangkal membuat getaran terasa cukup kuat di permukiman warga. Beberapa jam kemudian, gempa susulan berkekuatan M 3,8 kembali terjadi.
Warga di Pulau Adonara, khususnya di Desa Lamahala dan Desa Terong, memilih bertahan di luar rumah hingga pagi hari. Mereka khawatir gempa susulan kembali terjadi dan memperparah kondisi.
Dampak kerusakan mulai terdata. Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat mencatat puluhan rumah mengalami kerusakan. Beberapa bangunan bahkan dilaporkan rusak cukup parah, termasuk fasilitas pendidikan.
Selain rumah warga, plafon salah satu madrasah dilaporkan runtuh, sementara satu unit rumah di desa lain roboh. Situasi ini memperberat kondisi masyarakat yang sebelumnya juga terdampak bencana alam dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Mutasi TNI AD April 2026, Ini Daftar Pangdam Baru dan Kapuskesad yang Resmi Dilantik
Merespons kondisi tersebut, pemerintah daerah langsung menetapkan status tanggap darurat. Posko bantuan dan dapur umum pun didirikan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Editor : Uways Alqadrie