KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Dinas Kesehatan Kaltim memastikan seluruh jemaah haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Haji Balikpapan telah menerima vaksinasi sebagai syarat wajib sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Vaksinasi menjadi bagian dari tahapan kesehatan yang harus dipenuhi setiap calon jemaah sebelum menunaikan ibadah haji.
Pemerintah menilai aspek kesehatan sebagai faktor krusial, mengingat tingginya risiko kelelahan fisik dan paparan cuaca ekstrem selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin mengatakan, Embarkasi Haji Balikpapan tidak hanya melayani jemaah asal Kalimantan Timur.
Sejumlah provinsi lain turut menggunakan jalur keberangkatan yang sama, yakni Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Menurut Jaya, proses vaksinasi telah rampung dan saat ini para jemaah memasuki tahap pembinaan menjelang keberangkatan.
"Vaksinasi sudah dilakukan. Sekarang mereka sedang dibina sambil menunggu pengumuman dari Kementerian Haji, karena kondisi di Timur Tengah masih berkaitan dengan situasi militer," ujar Jaya, Rabu (8/4/2026). Pihaknya berharap situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah segera membaik agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat berlangsung aman dan khusyuk bagi para jemaah Indonesia.
Ribuan Jemaah Jalani Pemeriksaan Istithaah
Dari sisi kesiapan kesehatan, Dinas Kesehatan Kaltim mencatat sebanyak 3.535 jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Hasilnya, 3.471 orang dinyatakan memenuhi syarat istithaah atau mampu secara fisik untuk melaksanakan ibadah haji, sementara 23 jemaah lainnya belum memenuhi kriteria tersebut.
Istithaah merupakan ukuran kemampuan kesehatan dan kebugaran fisik yang menjadi syarat penting sebelum jemaah melunasi sisa biaya perjalanan ibadah haji. Penilaian ini dilakukan untuk memastikan jemaah mampu menjalani rangkaian ibadah yang membutuhkan stamina tinggi.
Jaya menekankan pentingnya standar kesehatan tersebut, terutama karena musim haji tahun ini bertepatan dengan periode musim panas di Arab Saudi. "Musim haji kali ini berlangsung saat musim panas, sehingga jemaah harus benar-benar dalam kondisi istithaah," katanya.
Baca Juga: Bayi di RSUD AWS Alami Phlebitis Usai Infus, Dinkes Kaltim Belum Simpulkan Adanya Malapraktik
Selain kesiapan jemaah, Jaya juga memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman. Koordinasi antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Kementerian Kesehatan disebut telah diperkuat untuk menjamin layanan kesehatan berjalan optimal. Dinas kesehatan kabupaten dan kota di Kalimantan Timur turut dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan vaksinasi calon jemaah di daerah masing-masing. Untuk kebutuhan haji reguler, stok vaksin yang tersedia meliputi 3.326 vial vaksin meningitis, 640 vial vaksin polio, serta 610 vial vaksin Covid-19 bagi jemaah yang belum pernah menerima vaksin sebelumnya.
Menurut Jaya, satu vial vaksin dapat digunakan untuk beberapa orang sekaligus, sehingga ketersediaan yang ada dinilai lebih dari cukup untuk seluruh jemaah yang akan berangkat melalui Embarkasi Haji Balikpapan. “Itu semua cukup untuk jemaah haji yang akan berangkat dari embarkasi,” ujarnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki