KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Sosok Mojtaba Khamenei akhirnya angkat suara ke publik setelah periode gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan ini menjadi momen penting di tengah situasi geopolitik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah.
Dalam pesan resminya yang disiarkan televisi nasional, Khamenei menegaskan Iran tidak berada di posisi kalah.
Baca Juga: Perang AS vs Iran Hantam ExxonMobil dan Chevron: Produksi Minyak Anjlok, Rugi Rp100 Triliun
Ia justru menyebut negaranya berhasil menghadapi tekanan militer dari dua kekuatan besar, yakni Amerika Serikat dan Israel.
Menurutnya, hasil konflik menunjukkan ketahanan Iran dalam mempertahankan kedaulatan.
Ia juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerah terhadap tekanan asing, sekalipun situasi militer sempat memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya Ali Khamenei, yang meninggal dunia pada fase awal konflik. Momentum ini sekaligus mempertegas posisi politik keluarga Khamenei dalam struktur kepemimpinan Iran.
Baca Juga: Mutasi TNI AD April 2026, Ini Daftar Pangdam Baru dan Kapuskesad yang Resmi Dilantik
Tak hanya soal klaim kemenangan, Khamenei juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital energi dunia. Ia menegaskan Iran akan meningkatkan kontrol dan pengelolaan kawasan tersebut ke level yang lebih tinggi pascakonflik.
Langkah itu dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Iran ingin memperbesar pengaruhnya terhadap distribusi minyak global.
Seperti diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman energi yang menghubungkan kawasan Teluk dengan pasar internasional.
Baca Juga: Geger di Ponpes Assaadah Sukabumi, Santri Gantung Diri di Kamar Asrama
Di sisi lain, Khamenei juga mengirim pesan keras kepada pihak yang terlibat dalam serangan terhadap Iran.
Ia menegaskan bahwa negaranya akan menuntut pertanggungjawaban penuh, termasuk ganti rugi atas kerusakan yang terjadi selama perang.
Editor : Uways Alqadrie