KALTIMPOST.ID, ISLAMABAD – Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk meredakan konflik bersenjata yang telah berlangsung enam minggu mengalami jeda sementara.
Pembicaraan yang digelar di Islamabad, Pakistan, belum menghasilkan kesepakatan final meski kedua pihak sepakat melanjutkan proses negosiasi di tahap berikutnya.
Baca Juga: Modus Baru Korupsi Terbongkar! Bupati Tulungagung Pakai Surat Pengunduran Diri Peras OPD
Pertemuan ini menjadi momen langka, mengingat ini adalah dialog langsung pertama antara kedua negara dalam lebih dari satu dekade. Selama sekitar 14 jam perundingan berlangsung, suasana disebut berlangsung dinamis, dengan ketegangan yang naik turun di antara delegasi.
Sejumlah tokoh penting dari kedua pihak turut hadir, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Washington terkait hasil sementara tersebut maupun perbedaan yang masih mengganjal.
Selat Hormuz menjadi salah satu isu krusial dalam perundingan. Jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan energi dunia itu masih dalam kondisi tertutup akibat konflik.
Baca Juga: Siapa Ayah Kandung Ressa Rizky? Denada: Dia Sudah Tak Mau Ada di Hidup Kami
Iran disebut menginginkan kendali lebih besar atas selat tersebut, termasuk rencana penarikan biaya transit, sementara AS menuntut kebebasan jalur pelayaran global.
Di sisi lain, Iran juga mendorong pencairan aset yang dibekukan di luar negeri serta pembayaran kompensasi perang. Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Amerika Serikat yang menyatakan belum ada kesepakatan terkait hal itu.
Sementara itu, situasi keamanan di Islamabad diperketat selama perundingan berlangsung.
Baca Juga: AS Tuduh China Pasok Rudal ke Iran, Trump Sebut Akan Ada Konsekuensi Besar
Ribuan personel militer dan paramiliter disiagakan untuk mengamankan ibu kota Pakistan yang menjadi tuan rumah dialog penting ini.
Meski belum mencapai titik temu, kedua negara memastikan komunikasi tetap terbuka. Para ahli teknis dari masing-masing pihak akan melanjutkan pembahasan melalui pertukaran dokumen guna menjembatani perbedaan yang ada.
Editor : Uways Alqadrie