Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Cek Kesiapan Pengamanan Aksi di Samarinda, Kapolda Kaltim Tekankan Penanganan Unjuk Rasa Berbasis HAM

M Ibrahim • Selasa, 14 April 2026 | 18:58 WIB
CEK PERSONEL: Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, saat mengecek langsung kesiapan personel Brimob dan Samapta di Lapangan M Yasin, Stalkuda. Kapolda menginstruksikan agar seluruh jajaran mengedepankan fungsi pelayanan dan mediasi dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat pada 21 April mendatang.
CEK PERSONEL: Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, saat mengecek langsung kesiapan personel Brimob dan Samapta di Lapangan M Yasin, Stalkuda. Kapolda menginstruksikan agar seluruh jajaran mengedepankan fungsi pelayanan dan mediasi dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat pada 21 April mendatang.

 

BALIKPAPAN-Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengecek langsung kesiapan personel dalam rangka pengamanan dan pelayanan masyarakat, Dijadwalkan 21 April 2026 aksi penyampaian pendapat dilakukan masyarakat di Samarinda. Satuan Brimob dan Ditsamapta dikerahkan dan mengikuti apel di Lapangan M Yasin, Stalkuda, Balikpapan, Selasa (14/4/2026).

Kapolda menegaskan, polri terus memperkuat implementasi paradigma baru guna mewujudkan institusi yang dicintai masyarakat, bukan ditakuti.  “Pendekatan dalam penanganan aksi unjuk rasa pun diarahkan pada konsep “melayani massa unras”, dengan pergeseran dari pendekatan berbasis kekuasaan (power based) menuju berbasis kepercayaan (trust based).

“Setiap tindakan personel harus berlandaskan hak asasi manusia (HAM) serta mengedepankan fungsi sebagai pelayan masyarakat,” terangnya. Upaya preemtif dan preventif harus menjadi prioritas, termasuk optimalisasi peran negosiator di lapangan. Sementara itu, tindakan tegas dan terukur hanya dilakukan apabila terjadi kerusuhan atau pelanggaran hukum.

Baca Juga: Soal Isu Amplop Ormas, Plt Kesbangpol Kaltim Minta Maaf: Itu Masih Konsep Usulan yang Belum Disetujui

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga emosi dan bersikap profesional dalam menghadapi dinamika di lapangan.  “Biarkan mereka melakukan hal-hal seperti itu sepanjang selama tidak membahayakan dan melukai rekan-rekan. Tahan emosi dan tunjukkan kedewasaan kita. Biarkan masyarakat yang menilai siapa sesungguhnya yang dapat dijadikan contoh,” pesannya.

Polri berperan sebagai fasilitator dengan membuka ruang mediasi antara perwakilan massa aksi dan pihak yang menjadi sasaran tuntutan.  Selain itu, pengalihan arus lalu lintas juga harus dilakukan secara efektif guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadikan Kalimantan Timur bukan sekadar wilayah hukum, melainkan representasi stabilitas nasional.  “Situasi keamanan di wilayah ini akan menjadi indikator keberhasilan negara dalam menjaga stabilitas. Menjaga Kaltim berarti menjaga keberlangsungan agenda pembangunan nasional,” paparnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#aksi 21 april #demo 21 april #polda kaltim #samarinda