Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jelang Demo 21 April, Andi Harun Ingatkan Bahaya Penyusup: Jaga Kondusivitas Samarinda!

Dwi Restu A • Jumat, 17 April 2026 | 16:43 WIB
JANGAN TERPROVOKASI: Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta masyarakat yang menyampaikan aspirasi harus sesuai dan mewaspadai adanya penyusup.
JANGAN TERPROVOKASI: Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta masyarakat yang menyampaikan aspirasi harus sesuai dan mewaspadai adanya penyusup.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Menjelang rencana demo besar-besaran yang akan dipusatkan di Gedung DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim 21 April mendatang, tensi keamanan mulai dipetakan.

Pemkot Samarinda bersama aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat merapatkan barisan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun hadir dalam agenda silaturahmi dan konsolidasi bersama Polda Kaltim dan Polresta Samarinda, Jumat (17/4). Pertemuan lintas elemen bertujuan menyamakan persepsi demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Tepian.

Baca Juga: Tabrakan Pikap Semangka dan Suzuki Katana di Tol Balikpapan–Samarinda Km 62, Satu Orang Tewas

Andi Harun menegaskan, menyuarakan aspirasi adalah hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Namun, dia memberikan catatan tebal agar massa aksi waspada terhadap potensi penyusup yang ingin mengacaukan penyampaian aspirasi.

“Mengantisipasi jangan sampai ada penyusup yang justru merusak tujuan utama dari penyampaian aspirasi itu sendiri. Keberhasilan aksi bukan hanya dari tuntutan yang sampai, tapi bagaimana prosesnya berjalan damai tanpa merusak fasilitas umum,” tegas Andi Harun usai pertemuan.

Menurut pria yang akrab disapa AH, konsolidasi tersebut bukan sekadar seremoni pengamanan, melainkan strategi deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan yang mungkin muncul dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.

Baca Juga: Ini Kata Kapolda Kaltim Merespons Aksi 21 April di Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim, Beri Penekanan dan Pesan Khusus Begini

Selain kesiapan di lapangan, Andi Harun juga menyoroti kerawanan di dunia maya. Menurutnya, media sosial seringkali menjadi sumbu provokasi yang paling cepat menyulut eskalasi massa melalui informasi yang belum terverifikasi atau hoaks.

“Masyarakat harus bijak. Jangan langsung percaya apalagi menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Informasi yang tidak benar bisa menjadi trigger provokasi. Itu yang harus kita hindari bersama,” imbuhnya.

Terkait teknis di lapangan, pria yang akrab disapa AH memastikan bahwa aparat keamanan akan mengedepankan pendekatan humanis. Polisi tidak hanya berjaga, tetapi juga bertugas memfasilitasi agar suara para demonstran bisa tersambung dengan pihak yang dituju.

“Pihak aparat akan memfasilitasi agar kegiatan berjalan lancar. Tidak ada tindakan anarkis, tidak ada pengrusakan, dan semua tertib,” tuturnya.

Baca Juga: Guru Kaget! Status Info GTK Mendadak Berubah Warna Biru Lagi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ia optimistis kedewasaan berdemokrasi warga Samarinda akan teruji pada aksi nanti. Dia berharap stabilitas daerah tetap terjaga karena keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan komitmen kolektif seluruh warga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Samarinda adalah kota yang dewasa dalam berdemokrasi. Aspirasi silakan disampaikan, tapi hak warga lain untuk beraktivitas dengan nyaman juga harus dihormati,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#aksi 21 april #kaltim #provokasi