KALTIMPOST.ID-Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) Pengurus Daerah Kaltim menggelar halalbihalal lintas generasi di Samarinda, Minggu (19/4).
Kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Lebaran, tetapi juga momentum memperkuat jejaring kolaborasi alumni untuk mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Pertemuan tersebut dihadiri alumni dari berbagai angkatan, mulai era 1970-an hingga lulusan muda. Sejumlah tokoh senior turut hadir, di antaranya Syahrir Basran, Umi Laili, serta Brigjen Pol (Purn) Tajuddin. Kehadiran mereka menjadi inspirasi bagi alumni muda dalam membangun jejaring dan kontribusi lintas sektor.
Ketua IKA UB Kaltim Myrna Safitri menegaskan, organisasi alumnus ini harus bertransformasi menjadi ekosistem produktif, bukan sekadar ruang nostalgia.
Menurutnya, semangat kebersamaan perlu diarahkan menjadi kolaborasi konkret yang berdampak bagi masyarakat.
“Halalbihalal ini menjadi ruang menyatukan energi. Kami ingin jejaring alumni mampu berkontribusi dalam pembangunan, khususnya pada isu lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Kaltim,” ujarnya.
Ia menilai potensi alumnus UB di Kaltim cukup besar dan tersebar di berbagai sektor strategis. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi tersebut diyakini dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam konteks pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Senada, Ketua Panitia Ahmad Busri menyebut pentingnya adaptasi dalam membangun jejaring alumni. Ia menilai pendekatan yang lebih fleksibel dan relevan diperlukan agar mampu merangkul generasi muda, khususnya Gen Z.
“Konsolidasi alumni harus mengikuti perkembangan zaman. Dengan pendekatan yang adaptif, potensi alumni dapat dihimpun secara maksimal untuk memberi kontribusi nyata,” katanya.
Kegiatan itu juga menjadi ruang interaksi antara akademisi dan praktisi. Sejumlah perwakilan perguruan tinggi seperti Universitas Mulawarman dan Politeknik Negeri Samarinda turut hadir bersama pelaku usaha dan profesional dari berbagai sektor.
Dalam sesi diskusi, alumni menyampaikan sejumlah gagasan strategis, antara lain penguatan ketahanan pangan, pendampingan hak kekayaan intelektual (HAKI), pengembangan peluang kerja lintas sektor, serta peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda.
Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan program IKA UB Kaltim sebelumnya, yang aktif menggagas forum diskusi publik untuk pengembangan sumber daya manusia di daerah.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan batik resmi IKA UB Kaltim sebagai identitas bersama alumnus. Peluncuran itu diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap organisasi.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan saling bersalam-salaman antaralumnus. Momen itu mempertegas komitmen IKA UB Kaltim untuk tetap menjadi organisasi yang inklusif, solid, dan kontributif dalam mendukung pembangunan Kaltim. (rd)
Editor : Romdani.