KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Aliansi Rakyat Kaltim mendesak dewan tidak berlama-lama menindaklanjuti pakta integritas yang telah disepakati dalam aksi demonstrasi, Selasa (21/4/2026). Jenderal Lapangan (Jenlap) Aliansi Rakyat Kaltim, Faturahman, menegaskan bahwa kesepakatan dengan DPRD bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata untuk memenuhi seluruh tuntutan massa.
"Yang disepakati dengan DPRD itu soal integritas. Artinya, semua tuntutan harus dikabulkan dan dipenuhi. Itu yang harus dipahami," tegasnya. Ia mengingatkan, jika pakta integritas hanya berujung pada dokumen tanpa realisasi, maka hal tersebut tidak ada bedanya dengan kebijakan pemerintah provinsi yang sebelumnya mereka kritik.
"Kalau hanya ditandatangani tapi tidak dijalankan, sama saja seperti yang kami kritik ke Pemprov. Tidak ada gunanya," ujarnya. Faturahman mengakui, secara mekanisme, pakta integritas memiliki tahapan lanjutan di internal DPRD. Namun, pihaknya meminta proses tersebut tidak berlarut-larut.
Baca Juga: Ketua Fraksi Golkar Minta Maaf: Akui Pengawasan DPRD Kaltim Lemah dan Anggaran Tak Masuk Akal
"Kami tahu ada mekanismenya, tapi kami minta secepatnya. Fungsi pengawasan ini sudah berkali-kali dilupakan," katanya. Ia juga mengingatkan agar DPRD tidak sengaja memperlambat realisasi tuntutan yang telah disepakati. "Jangan sampai hasil tuntutan lewat pakta integritas ini justru dibuat selama-lamanya. Harus secepatnya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Faturahman menjelaskan, ada tiga poin utama dalam pakta integritas yang menjadi tuntutan aliansi. Pertama, DPRD diminta mengaudit seluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Kedua, mengaudit jajaran yang memiliki keterkaitan dengan gubernur, baik hubungan keluarga maupun kerabat. Ketiga, DPRD diminta menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga legislatif, khususnya dalam hal pengawasan terhadap jalannya pemerintahan di Kaltim.
"Intinya ada tiga tuntutan itu. DPRD harus benar-benar menjalankan fungsinya sebagai pengawas pemerintah," pungkasnya. Massa ditemui Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, didamlingi sejumlah anggota dewan. Ketua DPRD Kaltim tak menemui massa.Setelah diterima oleh dewan, massa bergerak ke pelataran Masjid Islamic Center Samarinda, sekitar pukul 13.00 Wita untuk makan siang.
Pada pukul 14.00 Wita, aliansi melanjutkan aksi demonstrasi di kompleks kantor gubernur Kaltim. Namun, hingga sore menjelang malam, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud tak menemui massa. Pada pukul 18.00 Wita, sebagian massa perlahan membubarkan diri. Tidak lama kemudian terjadi chaos. Hingga pukul 20.00 Wita, aparat kepolisian berhasil menetralkan lagi Jalan Gajah Mada, yang sebelumnya ditutup total. (riz)
Editor : Muhammad Rizki