SENDAWAR – Kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor konstruksi Kabupaten Kutai Barat, terus dipacu. Langkah ini diambil Pemkab Kubar guna memastikan warga lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan daerah.
Teranyar, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bidang Bina Konstruksi, pemkab resmi menuntaskan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Terampil Konstruksi Operator Pemula Wheel Excavator. Agenda yang dipusatkan di BPU Kampung Rejo Basuki, Kecamatan Barong Tongkok ini, meluluskan 73 peserta yang kini mengantongi sertifikat kompetensi nasional.
Pembina Jasa Konstruksi Ahli Madya Dinas PU Kubar, Aminoto Karter mengungkapkan, pelatihan ini merupakan respons strategis pemerintah terhadap tantangan dunia kerja yang kian kompetitif. Menurutnya, sertifikasi adalah "senjata" utama bagi tenaga kerja lokal untuk bersaing dengan tenaga kerja luar.
Baca Juga: Proyek Jalan Sp Blusuh-Batas Kalteng, Tahap Rigid Beton Dimulai, Pengendara Wajib Waspada!
"Pemerintah tidak ingin masyarakat kita hanya melihat peluang lewat begitu saja. Pelatihan ini adalah pintu masuk. Dengan standar SKKNI/KKNI, sertifikasi yang didapat peserta adalah bukti pengakuan negara atas kompetensi mereka," tegas Aminoto usai menutup kegiatan, Rabu (23/4/2026).
Menariknya, pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh kaum adam. Sejumlah kaum hawa juga tampak antusias menjajal kemudi alat berat selama praktik lapangan. Selama lima hari (20–24 April), para peserta digembleng mulai dari teori, praktik unit, hingga ujian sertifikasi.
Aminoto mengingatkan, meski sudah mengantongi sertifikat, para operator muda ini harus tetap mengedepankan etika kerja dan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia menekankan pentingnya ritual pengecekan unit sebelum operasional guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja.
"Keahlian teknis harus selaras dengan kedisiplinan. Kami juga memastikan selama pelatihan, seluruh peserta terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Ini bentuk proteksi nyata dari pemerintah," tambahnya.
Dampak dari pelatihan ini pun mulai terasa. Peserta yang berasal dari berbagai kampung kini memiliki legalitas untuk menembus perusahaan-perusahaan besar di wilayah Kaltim.
Hal ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi keluarga serta memeratakan keahlian hingga ke pelosok kampung, tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten.
Pemkab Kubar juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kampung Rejo Basuki yang telah memfasilitasi lokasi praktik. Dengan lahirnya generasi operator profesional ini, Kutai Barat optimis mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja mandiri yang unggul dan aman. (riz)
Editor : Muhammad Rizki