KALTIMPOST.ID-Kodam VI/Mulawarman menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Australia untuk Indonesia, HE Rode Brazier, Jumat (23/4).
Kunjungan itu menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral, sekaligus meninjau jejak sejarah Perang Dunia II di Balikpapan yang memiliki keterkaitan erat dengan Australia.
Rangkaian kegiatan diawali di Museum Kodam VI/Mulawarman. Dubes Australia meninjau koleksi artileri dan menyaksikan film dokumenter pertempuran pasukan Australia di Balikpapan pada periode 1942–1945.
Agenda tersebut menjadi pengingat peran kedua negara dalam dinamika sejarah kawasan, sekaligus memperkuat nilai diplomasi berbasis sejarah.
Setibanya di Makodam VI/Mulawarman, Rode disambut jajar kehormatan yang dipimpin Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono. Dalam pertemuan tersebut, Pangdam menegaskan pentingnya menjaga memori sejarah sebagai fondasi kerja sama yang konstruktif.
“Kedekatan sejarah ini menjadi modal strategis dalam membangun stabilitas keamanan kawasan serta memperkuat hubungan bilateral yang saling menghormati,” ujarnya.
Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah situs bersejarah Perang Dunia II, seperti Bunker Pelayaran, Cagar Budaya Meriam Jepang di Markoni, serta Monumen Tank Matilda di Pasir Ridge.
Agenda itu juga berkaitan dengan persiapan peringatan Anzac Day sebagai bentuk penghormatan terhadap prajurit Australia dan Selandia Baru yang gugur dalam perang.
Tak hanya fokus pada aspek sejarah dan militer, kunjungan juga mencakup peninjauan program inklusi sosial di Kelurahan Telaga Sari.
Program yang didukung Pemerintah Australia tersebut berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui peningkatan akses pendidikan serta pengurangan stigma sosial.
Krido menyatakan dukungan terhadap program tersebut. Menurutnya, ketahanan wilayah tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi dengan semua pihak, termasuk penyandang disabilitas, menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan wilayah yang inklusif,” tegasnya.
Sementara itu, Pemkot Balikpapan melalui Asisten II Sekkot Balikpapan Andi Yusri menyampaikan komitmen untuk memperkuat perlindungan hak penyandang disabilitas.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan regulasi daerah serta pembentukan Kelompok Difabel Kelurahan di sejumlah wilayah.
Kunjungan itu mencerminkan penguatan kerja sama Indonesia–Australia yang tidak hanya berfokus pada sejarah militer, tetapi juga berkembang ke isu kemanusiaan dan pembangunan sosial. Kodam VI/Mulawarman dinilai terus berperan aktif dalam diplomasi pertahanan yang adaptif di tengah dinamika global. (rd)
Editor : Romdani.