Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Iran Ajukan Gencatan Senjata Baru ke AS via Pakistan, Fokus Buka Selat Hormuz dan Hentikan Blokade

Uways Alqadrie • Senin, 27 April 2026 | 13:06 WIB
Perahu-perahu saat melintasi Selat Hormuz yang kini ditutup oleh Pemerintah Iran.
Ilustrasi

KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Upaya meredakan konflik di kawasan Timur Tengah kembali mengemuka. Iran disebut telah menyodorkan proposal gencatan senjata terbaru kepada Amerika Serikat dengan bantuan Pakistan sebagai perantara diplomatik.

Informasi yang beredar dari sejumlah sumber internasional menyebutkan, tawaran tersebut tidak hanya menargetkan penghentian konflik, tetapi juga membuka kembali akses vital di Selat Hormuz yang sebelumnya terdampak ketegangan militer.

Baca Juga: Muktamar NU 2026 Digelar Agustus, PBNU Bentuk Tim Panel dan Panitia Kecil

Dalam skema yang diajukan, Teheran menempatkan pembukaan jalur pelayaran dan penghentian blokade laut sebagai langkah awal. Sementara itu, pembahasan terkait isu nuklir justru diusulkan berlangsung pada tahap lanjutan, bukan sebagai syarat utama di awal perundingan.

Langkah ini dinilai sebagai pendekatan berbeda dari sebelumnya. Iran juga membuka peluang perpanjangan masa gencatan senjata hingga mengarah pada kesepakatan damai permanen, meski belum ada kepastian apakah Washington akan menerima formula tersebut.

Sumber diplomatik menyebutkan proposal itu telah diteruskan Islamabad ke Gedung Putih. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat dikabarkan tengah menggelar pembahasan internal bersama tim keamanan nasional guna menentukan respons atas tawaran tersebut.

Situasi ini muncul di tengah kebuntuan komunikasi antara kedua negara. Gencatan senjata yang ada saat ini masih bersifat sementara dan rentan, sementara perbedaan sikap terkait program nuklir Iran tetap menjadi ganjalan utama.

Amerika Serikat sebelumnya menuntut penghentian pengayaan uranium dalam jangka panjang serta pemindahan cadangan bahan nuklir Iran. Namun hingga kini, tuntutan tersebut belum mendapat persetujuan dari Teheran.

Baca Juga: Klasemen MotoGP 2026 Terbaru Usai Jerez: Bezzecchi Masih di Puncak, Alex Marquez Naik Drastis

Di sisi lain, Iran mengisyaratkan belum adanya kesepakatan bulat di internal pemerintahannya terkait langkah menghadapi tekanan dari Washington. Sejumlah negara seperti Pakistan, Turki, Qatar, dan Mesir turut dilibatkan sebagai jalur komunikasi alternatif.

Pemerintah AS sendiri menegaskan tetap berhati-hati dalam merespons dinamika ini. Washington menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil akan berorientasi pada kepentingan nasionalnya, termasuk memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.

Editor : Uways Alqadrie
#gencatan iran Amerika Serikat #donald trump #as #pakistan #amerika serikat #perang Iran Amerika Serikat