KALTIMPOST.ID, BEKASI – Fakta baru terungkap dari tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Seluruh korban meninggal dunia dalam insiden tersebut dipastikan merupakan perempuan dewasa.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya Muhammad Syafii, menyampaikan tidak ditemukan korban anak-anak dalam peristiwa nahas itu.
Baca Juga: Update Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Hari Ini: 14 Tewas, 84 Luka, KAI Tanggung Semua Biaya
Seluruh korban yang meninggal telah masuk kategori dewasa dan kini telah diserahkan ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Operasi pencarian dan evakuasi dinyatakan resmi berakhir pada Selasa (28/4) pukul 08.00 WIB. Tim SAR memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian, setelah seluruh area dilakukan penyisiran menyeluruh.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat total korban dalam kecelakaan ini mencapai 98 orang. Rinciannya, 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan beragam.
Para korban luka saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi dan beberapa rumah sakit swasta lainnya. KAI memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pemakaman korban ditanggung penuh oleh perusahaan bersama pihak asuransi.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, KAI membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur. Di sisi lain, operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur masih dihentikan sementara waktu.
Selain fokus pada penanganan korban, KAI juga mengamankan barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian. Seluruh barang tersebut kini berada di layanan lost and found dan dikelola bersama pihak kepolisian guna mendukung proses identifikasi.
Peristiwa tragis ini terjadi akibat tabrakan antara Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line pada Senin (27/4) malam, yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Editor : Uways Alqadrie