KALTIMPOST.ID, PALOPO – Sebuah video yang memperlihatkan seorang oknum polisi membawa senjata tajam ke rumah pribadi Wali Kota Palopo, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Insiden tersebut kini dalam penanganan internal kepolisian melalui Propam Polres Palopo.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/4) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA. Dalam rekaman berdurasi sekitar dua menit, terlihat seorang pria mengendarai sepeda motor berhenti di depan rumah dinas Wali Kota Palopo, Naili Trisal.
Baca Juga: May Day di Samarinda: Aktivis Perempuan Soroti Diskriminasi dan Upah Murah
Pria tersebut tampak membawa parang, mencoba membuka pagar yang terkunci, serta berteriak-teriak di lokasi.
Kasus ini kemudian dilaporkan secara resmi, baik terkait dugaan tindak pidana maupun pelanggaran kode etik. Laporan diajukan oleh sopir pribadi wali kota, Indra Lukman, yang diduga menjadi sasaran intimidasi dalam kejadian tersebut.
Kuasa hukum Pemerintah Kota Palopo, Sahrul, mengungkapkan adanya dugaan motif di balik aksi tersebut. Ia menyebut peristiwa itu diduga berkaitan dengan kekecewaan keluarga pelaku yang tidak lolos dalam proses seleksi direksi Perusahaan Umum Daerah Tirta Mangkaluku (PAM-TM).
“Isu ini berkembang di masyarakat, terutama soal keterkaitan dengan hasil seleksi direksi PAM,” ujar Sahrul.
Baca Juga: Mengenal Bobibos, Inovasi BBM Murah Beroktan Tinggi Solusi Pengganti Bensin Impor
Ia juga menyebut oknum polisi berinisial SL itu memiliki hubungan keluarga dengan mantan anggota DPRD Palopo yang ikut dalam proses seleksi, namun tidak melanjutkan ke tahap berikutnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan fokus utama saat ini adalah proses hukum atas dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam.
“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik. Unsur pengancaman dengan senjata tajam sudah terpenuhi dalam pemeriksaan awal,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, membenarkan bahwa kasus tersebut tengah diproses oleh Propam. Pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memperjelas kronologi kejadian.
Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Darma, juga mengonfirmasi keterlibatan anggotanya dalam kasus tersebut. Ia menyebut penyelidikan masih berlangsung, termasuk pendalaman motif dan validasi informasi.
“Sudah kami lakukan pemeriksaan. Saat ini masih dalam tahap pengumpulan keterangan tambahan,” ujarnya.
Baca Juga: Memaknai May Day dengan Berbagi: Koperasi TKBM Sumber Karya Paser Salurkan Ribuan Paket Sembako
Diketahui, oknum polisi berinisial SL tersebut merupakan personel yang baru dipindahkan ke Polres Palopo dari Polres Enrekang.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena diduga melibatkan unsur pribadi sekaligus berkaitan dengan dinamika politik lokal. Polisi memastikan proses penanganan akan dilakukan secara transparan sesuai aturan yang berlaku.
Editor : Uways Alqadrie