Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jangan Asal Titip, Ini Tips Psikolog Memilih Daycare yang Aman dan Nyaman

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 2 Mei 2026 | 15:53 WIB
KOMUNIKASI: Aspek utama dalam memilih tempat penitipan anak adalah bagaimana komunikasi dan transparansi pengelola dengan orangtua.
KOMUNIKASI: Aspek utama dalam memilih tempat penitipan anak adalah bagaimana komunikasi dan transparansi pengelola dengan orangtua.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Meningkatnya kasus kekerasan di daycare membuat banyak orang tua diliputi rasa cemas saat harus menitipkan anak. Namun, psikolog menilai kondisi tersebut justru bisa menjadi momentum bagi orang tua untuk lebih selektif dalam memilih tempat pengasuhan.

Kekhawatiran orangtua yang muncul saat ini adalah hal yang wajar. “Perasaan ragu dan takut yang dirasakan orang tua saat ini sangat wajar. Karena pada dasarnya, setiap orang tua ingin memastikan anaknya berada di tempat yang aman, baik secara fisik maupun emosional,” ungkap Psikolog Klinis, Yulia Wahyu Ningrum.

Namun dia mengingatkan agar orang tua tidak hanya terpaku pada pemberitaan negatif, melainkan melihat lebih dalam sistem pengasuhan di daycare. “Tidak semua daycare seperti yang diberitakan. Karena itu, penting bagi orang tua untuk melihat lebih dalam bagaimana sistem pengasuhan di dalamnya berjalan,” katanya.

Baca Juga: Viral Anak Diikat hingga Diberi Obat di Daycare, Psikolog Sebut Itu Pengasuhan Menyimpang

Salah satu indikator utama yang perlu diperhatikan adalah transparansi dan komunikasi antara daycare dengan orang tua. Dia mencontohkan sistem buku penghubung harian yang mencatat aktivitas anak secara detail sebagai bentuk keterbukaan.

“Ada buku penghubung harian yang mencatat aktivitas anak secara detail, mulai dari apa yang dimakan, kegiatan bermain, perkembangan baru, hingga interaksi sosialnya,” paparnya.

Menurutnya, keterbukaan tidak hanya soal hal positif, tetapi juga kejadian yang kurang menyenangkan harus disampaikan secara jujur. “Bahkan hal-hal yang tidak nyaman pun tetap disampaikan secara jujur. Bagi kami, keterbukaan seperti ini penting agar orang tua tetap terhubung dengan keseharian anak,” lanjut psikolog yang juga mengelola daycare tersebut.

Selain itu, orang tua juga disarankan untuk melihat langsung lingkungan daycare sebelum memutuskan. “Orang tua sebaiknya tidak terburu-buru dalam memilih daycare. Luangkan waktu untuk melihat langsung lingkungan daycare, berinteraksi dengan pengasuh,” tegasnya.

Baca Juga: Nasibnya Bergantung Hasil Akhir, Leonard Tupamahu Akui Masih Ingin di Persiba

Interaksi pengasuh dengan anak juga menjadi indikator penting, apakah dilakukan dengan hangat dan penuh empati. “Perhatikan juga apakah pengasuhnya mampu berinteraksi dengan hangat dan sabar,” tegasnya.

Yang tak kalah penting, kata Yulia, adalah respons anak itu sendiri. “Dengarkan juga respons anak. Karena seringkali, anak bisa menunjukkan apakah dia merasa nyaman atau tidak di suatu tempat,” katanya.

Dia menekankan bahwa daycare yang sehat bukan sekadar tempat menjaga anak, tetapi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang secara utuh. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#daycare aman Samarinda #ciri daycare berkualitas #pengasuhan anak #tips memilih daycare #psikologi anak