Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dampak Psikis Kasus Daycare Jogja, Orangtua Diminta Lebih Kritis Memilih Layanan

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 2 Mei 2026 | 16:02 WIB
Psikolog Balikpapan, Dwita Salverry.
Psikolog Balikpapan, Dwita Salverry.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kasus dugaan kekerasan anak di daycare Jogjakarta yang viral belakangan ini kembali membuka diskusi luas mengenai pentingnya standar pengasuhan anak usia dini di Indonesia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan penitipan anak, para ahli menilai masih banyak celah dalam praktik pengasuhan yang berpotensi membahayakan perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikologis.

Psikolog Balikpapan, Dwita Salverry, menegaskan bahwa dalam fase usia dini, anak berada pada kondisi sangat rentan karena belum memiliki kemampuan logika yang matang untuk memproses pengalaman yang mereka terima.

“Sebagai psikolog, yang utama diperhatikan adalah perkembangan anak, baik fisik maupun mental. Anak-anak masih menyerap segala stimulasi dari luar dengan emosi atau perasaan, karena logika mereka belum berkembang sepenuhnya,” bebernya.

Baca Juga: Daycare Matavhati Samarinda Selektif Rekrut Pengasuh, Semua Berlatar Kesehatan

Ia menjelaskan bahwa pengalaman negatif seperti kekerasan atau tekanan di lingkungan daycare dapat langsung memengaruhi kondisi emosional anak. Dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi dapat muncul dalam bentuk perubahan perilaku, gangguan kecemasan, hingga kesulitan bersosialisasi di kemudian hari.

Dalam konteks kasus di Jogjakarta, Dwita menilai pentingnya intervensi profesional untuk memastikan kondisi psikologis anak-anak yang menjadi korban dapat segera ditangani.

“Anak-anak yang mengalami kondisi seperti ini perlu mendapatkan pendampingan psikologis agar bisa dicek secara tepat kondisi mentalnya. Alhamdulillah, Himpunan Psikologi Indonesia wilayah Jogja sudah berkoordinasi dengan pemerintah untuk melakukan pemeriksaan dan pendampingan,” jelasnya.

Baca Juga: Transparansi Jadi Kunci, Daycare Ini Buka Akses CCTV dan Laporan Harian

Selain penanganan pascakejadian, Dwita juga menekankan pentingnya langkah preventif yang harus dilakukan orang tua sebelum memilih daycare. Ia mengingatkan bahwa keputusan menitipkan anak tidak boleh hanya didasarkan pada faktor praktis atau kedekatan lokasi.

“Orang tua harus melihat langsung kondisi tempat, fasilitas, serta memastikan ada sistem pemantauan yang memungkinkan komunikasi setiap saat dengan pengasuh,” katanya.

Menurutnya, keberadaan kamera pengawas atau CCTV menjadi salah satu elemen penting dalam menjamin transparansi layanan daycare. Dengan adanya akses pemantauan, orang tua dapat memastikan kondisi anak selama berada di tempat penitipan.

“CCTV itu wajib, agar orang tua bisa memantau setiap saat selama jam penitipan. Komunikasi juga harus lancar, termasuk pemeriksaan kondisi anak sebelum dan sesudah dititipkan. Setiap hal yang tidak sesuai harus disampaikan dengan baik oleh kedua belah pihak,” tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kekerasan anak daycare #trauma anak usia dini #dampak psikis pengasuhan salah #Dwita Salverry #tips memilih daycare