Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: Dewan Pendidikan Kaltim Sebut Kualitas Guru Timpang di Tengah Isu Sekolah Rusak, Tekankan Penguatan Kompetensi Pendidik

Muhammad Ridhuan • Minggu, 3 Mei 2026 | 08:05 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

KALTIMPOST.ID-Di tengah mencuatnya data nasional terkait puluhan ribu sekolah rusak, perhatian terhadap pembangunan pendidikan di Kaltim tidak semata diarahkan pada pembenahan infrastruktur.

Dewan Pendidikan Kaltim justru menilai, tantangan utama saat ini bergeser pada kualitas dan kecukupan sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.

Ketua Dewan Pendidikan Kaltim Adjirin menilai secara umum kondisi sarana dan prasarana pendidikan di daerah sudah menunjukkan perbaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Meski masih terdapat kekurangan di sejumlah titik, ia menyebut kebutuhan dasar fasilitas belajar relatif mulai terpenuhi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan ke depan tidak lagi ditentukan oleh pembangunan fisik semata. Fokus utama yang perlu mendapat perhatian serius adalah penguatan kapasitas guru.

“Kalau kita melihat kondisi sekarang, yang paling penting itu justru dari sisi sumber daya manusianya, terutama tenaga pendidik. Ini yang harus benar-benar diperkuat,” ujarnya, Jumat (1/5).

Baca Juga: Audisi D’Academy 8 di Balikpapan Diserbu Ratusan Peserta dari Kaltim hingga Luar Provinsi, Fildan DA4 Puji Kualitas Suara Talenta Muda

Menurutnya, kebijakan pemerintah dalam mengalihkan status guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) merupakan langkah positif. Selain memberikan kepastian status, kebijakan tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan guru.

Dengan jaminan tersebut, para guru diharapkan dapat lebih fokus dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran di kelas. Dampaknya, hasil belajar siswa pun diharapkan ikut meningkat.

“Kalau kesejahteraan sudah lebih baik, harapannya guru bisa lebih fokus mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” katanya.

Adjirin juga menyoroti pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap kompetensi guru. Ia mendorong adanya pemetaan kemampuan melalui uji kompetensi yang terstruktur, sehingga kebutuhan pelatihan dapat disesuaikan secara lebih tepat.

Dari hasil pemetaan tersebut, pemerintah dapat menentukan program peningkatan kapasitas yang lebih efektif, termasuk pelatihan berjenjang serta pemantauan hasilnya secara berkala.

“Dengan pemetaan itu, kita tahu siapa yang perlu ditingkatkan, di bidang apa, dan bagaimana proses pengembangannya. Ini penting untuk mendorong kualitas pendidikan secara keseluruhan,” jelasnya.

Di sisi lain, ia tidak menampik bahwa kebutuhan tenaga pendidik tetap menjadi perhatian, terutama seiring banyaknya guru senior yang memasuki masa pensiun. Meski demikian, ia menilai proses regenerasi masih berjalan dan perlu terus diperkuat melalui sistem pembinaan yang tepat. (rd)

Editor : Romdani.
#hari pendidikan nasional 2026 #ibu kota nusantara #kualitas guru #hetifah sjaifudian #Kutai Barat