Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kronologi Meninggalnya Mandala Risky, Siswa SMKN 4 Samarinda Akibat Sepatu Kekecilan

Thomas Priyandoko • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:00 WIB

 

 Mandala Risky S meninggal dunia akibat infeksi setelah menggunakan sepatu kekecilan. (Foto: Istimewa)
 Mandala Risky S meninggal dunia setelah infeksi parah karena kebiasaan menggunakan sepatu kekecilan. (Foto: Istimewa)
 

 KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Tragedi memilukan menimpa Mandala Risky Syahputra (16), siswa kelas XI Pemasaran 2 SMKN 4 Samarinda, yang meninggal dunia diduga akibat infeksi parah pada kaki karena menggunakan sepatu yang tidak sesuai ukuran.

Mandala diketahui memakai sepatu berukuran 40, sementara ukuran kakinya mencapai 43. Kondisi tersebut membuat kakinya mengalami lecet yang kemudian berkembang menjadi infeksi. Keterbatasan ekonomi membuatnya tetap menggunakan sepatu tersebut setiap hari.

Situasi memburuk saat Mandala mengikuti program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. Aktivitas yang menuntut banyak berdiri dan berjalan memperparah luka di kakinya hingga akhirnya infeksi semakin serius.

Baca Juga: Atasi Antrean Panjang, Wali Kota Balikpapan Bentuk Tim Investigasi Awasi BBM Bersubsidi  

Meski merasakan sakit, Mandala dikenal sebagai pribadi yang tidak ingin merepotkan keluarga. Menurut ibunya, Ratnasari, anaknya memilih menahan rasa sakit dan tetap menjalani aktivitas seperti biasa.

“Sakit yang dialaminya dia rasakan sendiri, tanpa harus merepotkan orang lain,” kata Ratna Sari.

Mandala tinggal dengan ibunya, Ratnasari (40) dan adiknya di rumah sewaan di Jl Tarmidi GG 2 Kelurahan Sungai Pinang Luar, Samarinda Kota. Ayahnya sudah tiada.

Baca Juga: 16 Kepala SMP di PPU Menjabat Lebih dari Dua Periode, Diduga Langgar Aturan

Mandala bahkan sempat ditawari untuk dibelikan sepatu baru oleh sang ibu. Namun ia menolak dan memilih menyerahkan penghasilannya dari magang sebesar Rp840 ribu per bulan untuk membantu membayar sewa rumah. 

"Mandala hanya minta dibelikan ganjalan empuk agar kakinya tidak terlalu sakit jika berdiri," tutur sang ibu.

Dalam kondisi ekonomi terbatas, Mandala berusaha tetap bersekolah sekaligus membantu keluarga.

Seiring waktu, infeksi di kakinya semakin parah hingga akhirnya ia tumbang. Kondisinya terus menurun hingga dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Kasus ini memicu perhatian publik, termasuk kritik dari Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan PErempuan dan Anak (TRC PPA) Samarinda Rina Zainun yang menyoroti kurangnya empati dari pihak terkait. Termasuk pernyataan Kadisdik Kaltim Armin yang tidak menunjukkan sikap empati.

Baca Juga: Dishub Samarinda Pertegas Larangan Siswa Tak Punya SIM Bawa Motor ke Sekolah

“Sikap Kadisdik sangat memprihatinkan, dia tidak menunjukkan sikap empati. Tidak ada pernyataan bela sungkawa,” kata Rina seusai mengunjungi ibu Mandala, Ratnasari yang sangat terpukul.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Armin, menyatakan bahwa pemerintah memiliki sejumlah program bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan BOSDA. (*)

Editor : Thomas Priyandoko
#mandala risky #siswa meninggal akibat sepatu kekecilan #samarinda #pendidikan