SAMARINDA-Kasus meninggalnya seorang siswa SMK di Samarinda April lalu, yang diduga dipicu persoalan ekonomi keluarga hingga tidak mampu membeli sepatu sekolah, menjadi perhatian serius pemerintah. Peristiwa itu bahkan mendapat atensi langsung dari Kementerian Sosial RI setelah ramai diperbincangkan publik dan media sosial.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengaku telah memberi arahan kepada OPD teknis, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, agar melakukan langkah mitigasi supaya kasus serupa tidak terulang. “Kami juga sudah memberi arahan kepada Disdikbud untuk melakukan atensi yang lebih serius. Kami tidak ingin masalah yang sebenarnya bisa cepat diselesaikan justru berkembang menjadi kegaduhan karena viralitas,” ujarnya, Kamis (7/5).
Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Mandala Risky, Siswa SMKN 4 Samarinda Akibat Sepatu Kekecilan
Menurut Andi Harun, pemerintah akan mengambil tanggung jawab penuh terhadap persoalan sosial yang terjadi di wilayah Samarinda. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul atas perhatian yang diberikan terhadap kasus tersebut. “Kami berharap kejadian seperti ini tidak lagi terulang pada masa yang akan datang,” terangnya.
Dia menilai, salah satu persoalan utama dalam kasus tersebut adalah lemahnya komunikasi dan pelaporan dari tingkat sekolah kepada pemerintah daerah. Karena itu, kepala sekolah diminta lebih proaktif melaporkan kondisi siswa yang membutuhkan perhatian khusus, terutama yang berasal dari keluarga tidak mampu. “Kalau komunikasi dan feedback berjalan efektif, persoalan seperti ini sebenarnya bisa ditanggulangi lebih cepat dan pimpinan daerah juga bisa segera mengambil langkah,” jelasnya.
Andi Harun menambahkan, pelayanan publik tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga efektivitas komunikasi antar lembaga hingga ke tingkat pimpinan daerah. “Kami berdoa dan berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki