KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan resmi mengusulkan penambahan besar-besaran untuk formasi CPNS 2026. Demi menambal kekurangan tenaga kerja di Kota Minyak, BKPSDM Balikpapan menargetkan kuota hingga 1.000 formasi.
Namun untuk kepastian jumlah lowongan yang tersedia perlu menyesuaikan dengan kondisi keuangan. “Mudah-mudahan kita mendapatkan persetujuan dari pusat,” kata Kepala BKPSDM Balikpapan Purnomo, Jumat (8/5).
Jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya seleksi CPNS berjalan sekitar September - Oktober. Sementara untuk usulan formasi CPNS 2026, pihaknya masih menunggu jadwal yang disusun Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Insyaallah permohonan ini disetujui karena memang kita kekurangan PNS,” ujarnya. Sedangkan untuk besaran kuota yang dibuka menunggu persetujuan dari BKN. Pemerintah pusat melihat kemampuan keuangan daerah untuk menetapkan penggajiannya.
Baca Juga: Pemkot Balikpapan Tagih Janji Pengembang Serahkan Fasum, Target 10 PSU Harus Tuntas Tahun Ini
Sementara ini tahun berjalan, ketika pengusulan mungkin saja posisi daerah sedang kekurangan atau kelebihan anggaran. “Saat pengangkatan pertama, daerah harus menyediakan anggaran dari APBD,” tuturnya.
Baik soal gaji dan tunjangan pegawai. Sehingga harus melihat ketersediaan anggaran daerah. “Kalau tidak ada anggaran, nanti pusat juga akan merevisi usulan kita,” ungkapnya.
Selain soal kemampuan fiskal daerah, penentuan jumlah kuota CPNS daerah juga melihat dari formasi belanja pegawai yang sudah ada. Ini terkait aturan maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari APBD.
“Apabila belanja pegawai sudah melebihi 30 persen, mungkin pusat akan merevisi atau tidak diberi formasi dulu,” imbuhnya. Selama belum mencapai maksimal, pusat mengatur berapa formasi CPNS yang dibuka. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo