KALTIMPOST.ID - Otoritas maritim Malaysia saat ini tengah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) besar-besaran menyusul insiden tenggelamnya sebuah kapal yang diduga membawa 37 Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) asal Indonesia di perairan Pulau Pangkor, Perak.
Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 23 orang warga negara Indonesia (WNI) telah berhasil diselamatkan, namun 14 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum diketahui keberadaannya. Operasi penyelamatan dimulai setelah seorang nelayan setempat melaporkan adanya korban yang terapung di laut pada Senin, 11 Mei 2026, sekitar pukul 05.30 pagi waktu setempat. Kapal tersebut diketahui berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei 2026 dengan tujuan beberapa wilayah di Malaysia seperti Selangor dan Kuala Lumpur.
Baca Juga: Skema Baru Gaji ke-13 ASN 2026 Resmi Berlaku, Tidak Semua PNS dan PPPK Bisa Menerima
Proses Penyelamatan dan Hasil Penyelidikan Awal
Kejadian ini terungkap ketika kapal nelayan lokal dengan nomor registrasi VNT PKFB 616 menemukan para korban di tengah laut. Dalam aksi penyelamatan awal tersebut, sebanyak 23 WNI yang terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah diselamatkan oleh nelayan, para korban segera dijemput oleh Kapal PAC 16 milik Pasukan Polis Marin (PPM) untuk dibawa ke Dermaga PPM Kampung Acheh guna menjalani proses dokumentasi dan pemeriksaan kesehatan.
Hasil penyelidikan awal oleh pihak berwenang mengungkapkan bahwa total penumpang di atas kapal nahas tersebut berjumlah 37 orang. Selain mengevakuasi korban selamat, tim SAR melalui KM GAGAH juga menemukan tiga buah tas berisi pakaian di sekitar lokasi kejadian yang diduga kuat milik para korban. Barang-barang tersebut nantinya akan digunakan sebagai alat identifikasi oleh para korban yang selamat untuk memastikan kepemilikan dan identitas penumpang lainnya.
Baca Juga: Real Madrid Terbelah! Pemain Senior Desak Klub Jual Federico Valverde
Pengerahan Armada dan Sinergi Operasi SAR Gabungan
Pemerintah Malaysia menanggapi serius insiden ini dengan mengerahkan berbagai aset tempur dan penyelamatan untuk menyisir area perairan Perak. Operasi yang dipimpin oleh Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM) ini melibatkan kerja sama lintas instansi guna memaksimalkan luas area pencarian, baik melalui jalur laut maupun pantauan udara.
Berikut adalah daftar aset dan instansi yang terlibat dalam operasi SAR tersebut:
· Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM): Mengerahkan KM GAGAH, BENTENG 1203, dan Pesawat Bombardier CL 415 untuk pemantauan udara.
· Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM): Menurunkan kapal perang KD Sri Indera Sakti, Helikopter Fennec, serta dua unit Fast Combat Boat (FCB).
· Pasukan Polis Marin (PPM): Mengerahkan Kapal PAC 16 untuk mobilisasi korban dan pengamanan area.
· Komunitas Nelayan Setempat: Membantu memberikan informasi awal dan bantuan evakuasi darurat di lokasi kejadian.
Kepten Maritim Mohamad Shukri bin Khotob menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pencarian hingga seluruh penumpang ditemukan.
“Maritim Malaysia berkomitmen dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan bersama instansi terkait guna memastikan seluruh korban yang diduga terlibat dapat ditemukan. Masyarakat, khususnya komunitas maritim, diminta memberikan informasi apabila menemukan korban atau objek mencurigakan di laut.” Ujarnya.
Saat ini, seluruh korban selamat telah diserahkan kepada pihak berwenang di IPD Manjung untuk penyelidikan lebih lanjut terkait pelanggaran izin masuk wilayah. Pihak otoritas juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk segera menghubungi Pusat Operasi Maritim Negeri Perak di nomor 05-683 8737 atau layanan darurat 999.***
Editor : Dwi Puspitarini