Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kebut Sisa 33 Kilometer, Megaproyek Jalan Kubar–Mahulu Sepanjang 135 Km Ditarget Tuntas 2027

Bayu Rolles • Senin, 18 Mei 2026 | 07:02 WIB
Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel saat meninjau pembangunan jalan poros Kubar-mahulu akhir 2025. (Ist)
Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel saat meninjau pembangunan jalan poros Kubar-Mahulu akhir 2025. (Ist)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Akses darat yang menghubungkan Kutai Barat dan Mahakam Ulu (Mahulu), ruas jalan Tering - Ujoh Bilang yang identik dengan jalur tanah keras perlahan dibangun dengan konstruksi rigid beton. 

Pengerjaan jalan sepanjang 135 kilometer itu ditarget beres pada 2027 mendatang. Proyek ini juga jadi upaya membuka konektivitas wilayah di hulu Kaltim yang sejak lama terantuk keterbatasan akses transportasi. 

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mengatakan pembangunan itu jadi prioritas daerah. Akses darat itu tak hanya soal akses perjalanan. Tapi juga menyentuh aktivitas ekonomi warga, dari distribusi barang sampai layanan dasar pemerintah. 

Dari total panjang ruas jalan, masih tersisa 33 kilometer yang perlu ditingkatkan. Penyelesaiaannya dikebut lewat skema pembiayaan bersama Pemprov dan pusat. 

“Sekitar 13 kilometer menjadi kewenangan Pemprov Kaltim. Sisanya 10 kilometer dikerjakan melalui dukungan APBN,” katanya beberapa waktu lalu. 

Selain badan jalan, pengerjaan juga menyasar infrastruktur pendukung. Salah satunya pembangunan jembatan permanen di sejumlah titik yang selama ini masih mengandalkan jembatan sementara berjenis Bailey.

Melalui paket pembangunan Jalan Tering–Long Bagun 7, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp149 miliar melalui skema SBSN. Paket itu mencakup penggantian empat jembatan Bailey menjadi jembatan girder komposit yang dinilai lebih kuat untuk menopang arus transportasi jangka panjang.

Meski berprogres, pembangunan infrastruktur di sisi Mahulu masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan. Terutama soal kondisi geografis seperti perbukitan hingga intensitas hujan yang tinggi. Situasi yang membuat mobilisasi alat maupun bahan konstruksi kerap tersendat.

Kendati begitu, Ekti tetap optimistis target penyelesaian bisa tercapai sesuai rencana. Politikus Gerindra itu menilai, kolaborasi antara Pemprov Kaltim, pemerintah pusat, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur menjadi penentu percepatan proyek tersebut.

“Kalau melihat progres sekarang, kami perkirakan 2027 sudah tuntas untuk seluruh 135 kilometer itu,” ujarnya mengakhiri. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#jalan poros kubar-mahulu #dprd kaltim #Ekti Imanuel