KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menemui langsung ratusan warga Perumahan Korpri Loa Bakung yang menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/5/2025).
Warga datang untuk menuntut perubahan status tanah tempat tinggal mereka dari Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).
Dalam pertemuan itu, Rudy menerima 15 perwakilan warga yang dipimpin Ketua Perkumpulan Warga Loa Bakung Peduli, Neneng Herawati. Pertemuan berlangsung setelah warga sejak pagi berkumpul di halaman kantor gubernur dengan mengenakan pakaian serba putih.
Usai mendengarkan aspirasi warga, Rudy memastikan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti persoalan yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut bersama jajaran terkait.
“Mohon doanya kepada bapak ibu semuanya, bahwa pertama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama nanti dengan biro hukum akan melaksanakan kajian sesegera mungkin,” ujar Rudy di hadapan warga.
Langkah yang akan dilakukan utamanya kajian hukum menjadi yang paling penting sebelum Pemprov Kaltim melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Seluruh proses administrasi dan hukum, kata dia, harus dipastikan berjalan sesuai prosedur agar nantinya warga dapat memperoleh SHM secara sah.
Di kesempatan itu, Rudy meminta masyarakat memberikan waktu kepadanya untuk menyusun formulasi penyelesaian yang aman secara hukum dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Mudah-mudahan kita segera mendapatkan solusinya, beri kami waktu untuk bekerja,” katanya.
Rudy menambahkan, proses penyelesaian akan dipercepat setelah koordinasi internal bersama Biro Hukum rampung. Selanjutnya, Pemprov Kaltim juga akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi sebelum persoalan tersebut dibawa ke tingkat pusat melalui Kemendagri.
Menanggapi keluhan warga yang sudah menunggu kepastian selama 35 tahun, Rudy meminta masyarakat tetap bersabar karena proses penyelesaian melibatkan sejumlah instansi dan tahapan birokrasi. “Mungkin prosesnya sedikit agak panjang melalui koordinasi beberapa instansi,” kuncinya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki