KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Ratusan warga Perumahan Korpri yang terletak di kawasan Keluarahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keresahan warga yang selama puluhan tahun belum mendapatkan kepastian status kepemilikan tanah tempat tinggal mereka.
Sebab, hingga kini, lahan perumahan itu masih berstatus Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan belum beralih menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Ketua Perkumpulan Warga Loa Bakung Peduli, Neneng Herawati bilang, warga datang langsung menemui gubernur dengan harapan persoalan yang sudah berlangsung selama 35 tahun itu bisa segera diselesaikan.
“Jadi tuntutannya sederhana. Sudah 35 tahun kami masih terambang-ambang karena masalah kepemilikan. Kami berharap statusnya bisa berubah dari HGB menjadi SHM,” kata Neneng. Aksi damai itu disebutnya bukan untuk menciptakan kericuhan, melainkan sebagai upaya mengetuk perhatian pemerintah terhadap kondisi warga yang sebagian besar kini sudah memasuki usia lanjut dan masa pensiun.
Baca Juga: Rudy Mas'ud Janji Bentuk Satgas HGU untuk Sisir Korporat Bandel, Jika Melanggar, Izin Dicabut!
Sebab, Neneng melanjutkan, kekhawatiran warga semakin besar jika nantinya masa berlaku SHGB kembali diperpanjang dengan biaya yang tidak sedikit. “Karena sudah 35 tahun, kalau diperpanjang lagi berapa biayanya? Banyak warga yang sudah pensiun, banyak juga yang sudah tua,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan perwakilan warga, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud disebut menyatakan komitmennya untuk mencarikan solusi bersama jajaran perangkat daerah terkait. Warga juga akan dilibatkan dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.
Neneng membeberkan, bahwa gubernur berencana berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian Dalam Negeri melalui koordinasi bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta kejaksaan sebelum persoalan itu dibawa ke tingkat pusat.
Selain itu, proses penyelesaian nantinya akan ditangani tim khusus agar berjalan lebih cepat dan terukur. Perkumpulan Warga Loa Bakung Peduli, kata Neneng, akan terus mengawal proses tersebut hingga ada kepastian nyata bagi warga. “Jangan sampai ini cuma jadi angan-angan lagi. Selama ini pemerintahan terdahulu banyak memberi harapan, tapi akhirnya warga terlena. Kali ini kami berharap Pak Gubernur bisa menyelesaikannya di masa jabatannya,” tutupnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki