KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mulai menggalang dukungan diplomatik dari negara-negara Arab dan Muslim di tengah upaya mengakhiri konflik dengan Iran.
Salah satu pesan yang disampaikan adalah dorongan agar hubungan resmi dengan Israel dibuka kembali jika kesepakatan damai berhasil tercapai.
Informasi tersebut mencuat setelah Trump melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin kawasan pada Sabtu (24/5). Pembicaraan itu melibatkan pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, hingga Bahrain.
Baca Juga: Gerbong Mutasi Polres PPU Bergerak, Wakapolres, Kabag SDM, dan Kapolsek Babulu Berganti
Dalam komunikasi tersebut, Trump disebut membahas peluang terciptanya gencatan senjata dengan Teheran sekaligus meminta dukungan politik dari negara-negara mitra.
Laporan media internasional menyebut mayoritas pemimpin yang ikut dalam pembicaraan memberikan sinyal positif terhadap upaya diplomasi tersebut. Mereka mendukung langkah menuju kesepakatan yang dinilai dapat menghentikan ketegangan berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Tak hanya itu, Trump juga dikabarkan ingin memperluas komunikasi dengan melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam forum pembicaraan bersama para pemimpin Arab dan Muslim tersebut.
Langkah itu dipandang sebagai bagian dari strategi Washington untuk mendorong normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara Arab, yang selama ini masih menjadi isu sensitif di kawasan.
Wacana tersebut muncul saat konflik Iran dan Israel terus memicu ketegangan regional serta meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi perang yang lebih luas.
Bagi Washington, terciptanya kesepakatan damai dengan Iran dinilai bukan hanya soal penghentian konflik, tetapi juga membuka jalan bagi penyusunan ulang peta diplomasi Timur Tengah.
Baca Juga: Benarkah Mobil di Atas 1.400 cc Dilarang Isi BBM Pertalite Per 1 Juni 2026? Ini Kata Pertamina
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi mengenai bentuk kesepakatan maupun apakah seluruh negara yang terlibat siap menerima dorongan normalisasi hubungan dengan Israel tersebut.
Situasi diplomatik masih bergerak dinamis seiring berlangsungnya komunikasi antarnegara.
Editor : Uways Alqadrie