KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Ketegangan baru kembali pecah di kawasan Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat aksi militer di jalur pelayaran strategis tersebut, Kamis (28/5). Situasi memanas itu langsung memicu lonjakan harga minyak dunia.
Harga minyak mentah Amerika Serikat dilaporkan melonjak hampir 2 persen hingga menyentuh level USD 90,38 per barel pada perdagangan Asia pagi. Kenaikan tajam terjadi usai muncul laporan saling serang antara militer AS dan pasukan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Sebelumnya, harga minyak sempat anjlok sekitar 5 persen karena pasar berharap tensi kedua negara mereda. Namun harapan itu buyar setelah pernyataan keras Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: PSG Bidik Back-to-Back Liga Champions, Arsenal Jadi Penghalang Terakhir
Trump membantah laporan media Iran terkait rancangan kesepakatan pemulihan jalur pelayaran bersama Oman. Ia menegaskan Selat Hormuz tidak boleh dikuasai pihak mana pun.
“Tidak ada yang akan mengendalikan selat itu. Itu perairan internasional,” tegas Trump seperti dikutip Reuters.
Trump bahkan melontarkan ancaman keras terhadap Oman jika dianggap ikut menghambat kepentingan AS di kawasan tersebut.
Tak lama setelah pernyataan itu, pejabat pertahanan AS mengungkapkan militer Amerika kembali melancarkan operasi terhadap fasilitas drone Iran yang dinilai mengancam kapal dagang dan pasukan AS.
Militer AS disebut menembak jatuh empat drone tempur Iran dan menghancurkan pusat kendali peluncuran drone di Bandar Abbas sebelum pesawat nirawak kelima diterbangkan.
Washington mengklaim operasi tersebut bersifat defensif dan dilakukan demi menjaga stabilitas gencatan senjata di kawasan Teluk.
Baca Juga: Kapan Hari Tasyrik 2026? Larangan Puasa bagi Umat Islam, Ini Jadwal dan Asal-Usulnya
Di sisi lain, Iran membantah mengalami kerugian besar. Kantor berita Tasnim menyebut pasukan Garda Revolusi Iran justru berhasil menghalau kapal tanker minyak AS yang mencoba melintas di Selat Hormuz hingga berbalik arah.
Iran juga mengeklaim serangan udara AS hanya menghantam area kosong di sekitar Bandar Abbas tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan berarti.
Memanasnya konflik di Selat Hormuz membuat pasar energi global kembali waspada. Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu titik paling vital distribusi minyak dunia.
Editor : Uways Alqadrie