Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kematian Empat Anggota Keluarga di Temanggung, Ini Dugaan Sementara Polisi

Dwi Puspitarini • Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:06 WIB
Ilustrasi olah tkp polisi.
Ilustrasi olah tkp polisi.

KALTIMPOST.ID - Empat anggota keluarga yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diduga menjadi korban keracunan makanan atau keracunan gas hasil pembakaran.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban melalui hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik. Sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian juga telah diamankan guna mendukung proses penyelidikan.

Polisi Temukan Dua Dugaan Penyebab Kematian

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal oleh tim dokter forensik mengarah pada dua kemungkinan penyebab kematian korban.

Ia mengatakan, "Dugaan sementara ada dua, yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran," ujarnya, dilansir dari Antaranews.com, Sabtu (30/5).

Keempat korban yang meninggal dunia masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21). Mereka diketahui merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Untuk mengungkap penyebab kematian secara lebih akurat, tim forensik telah melakukan autopsi terhadap salah satu korban berinisial AEH. Korban tersebut dipilih karena dinilai memiliki kondisi kesehatan yang paling baik dibandingkan korban lainnya dan diketahui berstatus sebagai atlet.

Menurut Komang, proses autopsi telah dilaksanakan pada Kamis (28/5) dan selesai pada siang hari. Hasil lengkap pemeriksaan masih menunggu analisis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu antara dua hingga lima hari.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan WNA Korsel di Bekasi Ditangkap oleh Polda Metro Jaya, Motifnya Bikin Penasaran

Barang Bukti dan Kondisi Lokasi Masih Didalami

Dalam olah tempat kejadian perkara, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti yang disita meliputi lima unit telepon seluler, satu unit mobil, satu kamera, satu set kompor gas portabel, serta satu tungku tanah liat yang digunakan untuk pembakaran briket.

Selain itu, polisi juga mengamankan sisa makanan yang ditemukan di lokasi, antara lain daging, sosis, sayuran, dan nasi putih. Sampel makanan tersebut akan diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya kandungan zat berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan.

Komang menjelaskan bahwa peralatan memasak yang ditemukan di lokasi sudah dalam kondisi tidak menyala saat petugas melakukan pemeriksaan.

"Peralatan memasak ditemukan dalam keadaan tidak menyala," kata Komang.

Dari hasil pemeriksaan awal lokasi kejadian, polisi menemukan bahwa kompor gas portabel berada di luar tenda atau di area teras pintu masuk. Sementara itu, pintu tenda dan ventilasi di bagian kiri maupun kanan ditemukan dalam keadaan tertutup rapat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang sedang diteliti penyidik untuk mengetahui kemungkinan adanya paparan gas di dalam tenda. Namun hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab kematian para korban.

Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda yang biasanya muncul pada kasus keracunan tertentu, seperti bekas muntahan atau kondisi mencurigakan lainnya di sekitar lokasi kejadian. Di dalam tenda hanya ditemukan dua kasur dan kantong tidur yang digunakan para korban.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi dari pihak pengelola tempat wisata guna mengumpulkan informasi tambahan mengenai aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Polisi menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka dan penyelidikan akan terus dilakukan hingga hasil laboratorium forensik keluar.

Hasil pemeriksaan forensik nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian empat anggota keluarga tersebut, sekaligus menjawab apakah peristiwa ini disebabkan oleh keracunan makanan, paparan gas hasil pembakaran, atau faktor lainnya.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Polres temanggung #empat anggota keluarga tewas #keracunan gas #keracunan makanan #temanggung