Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: PLTA Batoq Kelo 300 MW di Mahulu Siap Jadi PLTA Pertama di Kaltim, Perkuat Listrik IKN dan Kalimantan

Muhammad Ridhuan • Minggu, 31 Mei 2026 | 07:06 WIB
Groundbreaking proyek PLTA Batoq Kelo yang digelar di Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (25/5). (FOTO EKO PRALISTIO/KP)
Groundbreaking proyek PLTA Batoq Kelo yang digelar di Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (25/5). (FOTO EKO PRALISTIO/KP)

KALTIMPOST.ID-Groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo di Mahakam Ulu (Mahulu) menandai babak baru pengembangan energi baru terbarukan (EBT) khususnya di Kaltim.

PLTA itu diproyeksikan menjadi salah satu EBT strategis yang akan memperkuat Sistem Interkoneksi Kalimantan. 

Dengan kapasitas terpasang 300 Megawatt (MW), pembangkit itu diharapkan mendukung peningkatan bauran energi bersih sekaligus memperkuat sistem ketenagalistrikan yang lebih berkelanjutan.

Melalui rilis resmi yang diterima Kaltim Post, Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan (UIP3B Kalimantan) Rizki Sandiaribaya mengatakan PLTA Batoq Kelo disiapkan untuk menjawab keperluan energi jangka panjang di Kalimantan yang diperkirakan terus meningkat seiring perkembangan ekonomi dan pembangunan berbagai proyek strategis nasional.

Baca Juga: Letkol Inf Muhammad Faisal Idris Resmi Jabat Dandim 0902/Berau Gantikan Kolonel Wirahady

“PLTA Batoq Kelo diproyeksikan menjadi salah satu sumber EBT strategis yang akan memperkuat Sistem Interkoneksi Kalimantan. Dengan kapasitas terpasang sebesar 300 MW, pembangkit ini diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan bauran energi bersih sekaligus mendukung target transisi energi nasional menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (30/5) siang.

Menurutnya, pembangunan PLTA Batoq Kelo merupakan investasi jangka panjang. Artinya memang dirancang untuk mengantisipasi pertumbuhan keperluan listrik di Kalimantan.

Kebutuhan tersebut didorong oleh berkembangnya kawasan industri, program hilirisasi sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi daerah, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Pembangunan PLTA Batoq Kelo merupakan investasi jangka panjang yang dirancang untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di Kalimantan. Seiring berkembangnya kawasan industri, program hilirisasi sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi daerah, serta pembangunan IKN, kebutuhan energi listrik diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang,” jelasnya.

Setelah beroperasi, energi listrik yang dihasilkan akan terintegrasi ke Sistem Interkoneksi Kalimantan melalui jaringan transmisi yang telah direncanakan.

Baca Juga: Jelang Iduladha, Pengawasan Distribusi BBM di Berau Diperketat, Pertamina Pastikan Stok Aman

Dengan sistem tersebut, daya yang dihasilkan bisa disalurkan ke berbagai pusat beban sesuai kebutuhan sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal.

“Keterhubungan ini memungkinkan pemanfaatan energi secara lebih optimal karena daya yang dihasilkan bisa disalurkan ke berbagai pusat beban sesuai keperluan sistem, sehingga meningkatkan fleksibilitas operasi dan keandalan pasokan listrik di Kalimantan,” katanya.

Selain menambah kapasitas pembangkit, PLN menilai kehadiran PLTA Batoq Kelo akan memperkuat fondasi pengembangan ekonomi hijau di Kalimantan.

Sebagai pembangkit energi bersih berkapasitas besar, PLTA itu berpotensi mendukung keperluan listrik kawasan industri, pusat pertumbuhan ekonomi baru, hingga kawasan IKN.

“Dengan potensi tersebut, PLTA Batoq Kelo diharapkan tidak hanya menjadi penggerak transisi energi di Kalimantan, tetapi berperan sebagai enabler pembangunan berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan pencapaian target dekarbonisasi nasional,” tuturnya.

Diketahui, PLTA Batoq Kelo merupakan proyek energi terbarukan yang dikembangkan PT Tujuan Mulia Makmur (PT TMM). Berlokasi di Sungai Boh, anak Sungai Mahakam, dengan cakupan daerah tangkapan air mencapai sekitar 5 ribu kilometer persegi.

Baca Juga: Balikpapan Jadi Tuan Rumah IEE Series 2026, Bakal Hadirkan Pameran Internasional Tambang, Migas, dan Konstruksi di BSCC Dome

Menjadi salah satu pengembangan EBT terbesar di Kaltim dengan nilai investasi sekitar Rp 13 triliun. 

Saat menghadiri peresmian, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pembangkit berbasis tenaga air memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi nasional karena mampu menyediakan pasokan listrik rendah emisi dalam skala besar.

Adapun Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menilai, pembangunan PLTA ini menjadi langkah penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi dan target Net Zero Emission tahun 2060.

“Indonesia harus memenuhi kebutuhan energinya dari sumber daya alam sendiri, termasuk tenaga air. Itu penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi bersih,” ujarnya dalam siaran pers.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menilai proyek tersebut akan menjadi infrastruktur strategis yang mendukung kebutuhan energi daerah sekaligus menopang pembangunan IKN dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, bila PLTA Batoq Kelo beroperasi kelak, maka dia akan menjadi PLTA pertama di Kaltim untuk skala besar. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #Gubernur Kaltim Rudi Masud #PLN Group Kaltimra #Mahakam Ulu #Kutai Barat