Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Persiapan Pemilu 2029, Bawaslu Kaltim Mulai Petakan Indeks Kerawanan di 10 Kabupaten/Kota

Bayu Rolles • Minggu, 31 Mei 2026 | 21:18 WIB
 Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Darmanto. (BAYU/KP)
Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Darmanto. (BAYU/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Bawaslu Kaltim mulai menyiapkan langkah pencegahan menghadapi Pemilu 2029. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memperkuat kapasitas jajaran pengawas pemilu melalui peningkatan fungsi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) bersama Bawaslu kabupaten/kota se-Kaltim.

Langkah tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan pengawas dalam mengidentifikasi potensi kerawanan yang dapat muncul pada setiap tahapan pemilu.

Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Darmanto, menegaskan bahwa pemetaan kerawanan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah. “Identifikasi kerawanan pemilu menjadi peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi daerah,” kata Hari Darmanto, Minggu (31/5/2026).

Dalam forum koordinasi tersebut, Bawaslu Kaltim memaparkan konsep kegiatan yang berfokus pada penyusunan sekaligus pemaparan hasil identifikasi kerawanan dari masing-masing daerah.

Pemetaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu. Mulai dari verifikasi partai politik, penyusunan daftar pemilih tetap (DPT), pencalonan peserta pemilu, masa kampanye, distribusi logistik, masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara, hingga proses rekapitulasi hasil perolehan suara.

Tak hanya membahas substansi pemetaan kerawanan, rapat tersebut juga menyepakati mekanisme pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung secara berkala setiap pekan.

Setiap Bawaslu kabupaten/kota diminta menyusun hasil identifikasi kerawanan sesuai tahapan yang menjadi fokus pembahasan. Hasilnya kemudian dipresentasikan dalam forum diskusi untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan dari peserta lain.

Skema ini diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi dan karakteristik kerawanan di masing-masing daerah sehingga strategi pengawasan dapat disusun lebih tepat sasaran.

Pada pertemuan perdana, pemaparan hasil identifikasi kerawanan akan dilakukan oleh Bawaslu Balikpapan, Bawaslu Kutai Barat, dan Bawaslu Paser.

Sementara pada pertemuan berikutnya, giliran Bawaslu  Kutai Timur, Mahakam Ulu, Berau, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, serta Bawaslu  Samarinda dan Bontang yang akan mempresentasikan hasil pemetaan sesuai jadwal yang telah disepakati.

Melalui langkah ini, Bawaslu Kaltim berharap seluruh jajaran pengawas pemilu di daerah semakin siap mendeteksi berbagai potensi kerawanan sejak dini. Hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan yang lebih efektif demi menjaga integritas, kualitas, dan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Pemilu 2029 di Kaltim.  (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#indeks kerawanan pemilu #bawaslu kaltim #kaltim #pemilu 2029