Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ekonomi Global Memanas, AS Bom Iran, Harga Minyak Dunia Melejit di Atas 3 Persen

Ari Arief • Senin, 1 Juni 2026 | 16:39 WIB
VALAS: Pedagang valas sedang menelepon di ruang transaksi kantor pusat Hana Bank, Seoul.(AP)
VALAS: Pedagang valas sedang menelepon di ruang transaksi kantor pusat Hana Bank, Seoul.(AP)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Eskalasi ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik kritis. Militer Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan telah membom sejumlah situs militer Iran, Senin (1/6). Aksi ini merupakan respons tegas Washington setelah Teheran menembak jatuh pesawat nirawak (drone) milik AS.

Insiden saling serang ini langsung memicu guncangan hebat di pasar komoditas global. Harga minyak mentah dunia meroket lebih dari 3 persen seiring ketidakpastian nasib perpanjangan gencatan senjata dan nasib pembukaan Selat Hormuz—jalur logistik vital energi global—yang hingga kini masih diblokade AS.

Berdasarkan data perdagangan Senin, minyak mentah standar internasional Brent melesat 3,1 persen ke level USD 93,95 per barel. Angka ini melonjak tajam dibanding posisi akhir Februari sebelum perang pecah, yang saat itu masih berada di kisaran USD 70 per barel. Sementara itu, minyak mentah acuan AS (WTI) juga terkerek naik 3,5 persen ke posisi USD 90,39 per barel.

Baca Juga: Sempat Tertahan Skandal Visa, Skuad Piala Dunia Afrika Selatan Akhirnya Bisa Terbang

Kepala Ekonom Pasar Capital Economics, Jonas Goltermann menilai, pasar saat ini sedang berspekulasi di tengah tingginya tensi geopolitik. "Meskipun ada putaran serangan balasan dari kedua belah pihak, pelaku pasar tetap beroperasi dengan asumsi bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali dalam waktu dekat," ujarnya dalam catatan tertulis dikutip Senin (1/6).

Sentimen AI Dongkrak Bursa Asia

Menariknya, badai geopolitik di Timur Tengah tidak menyurutkan gairah di lantai bursa Asia Timur. Di hari yang sama, pasar saham Jepang dan Korea Selatan justru mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, dipicu oleh euforia global terhadap perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Indeks Nikkei 225 Tokyo ditutup menguat 0,9 persen ke level tertinggi sepanjang sejarah di posisi 66.934,33, setelah sempat menembus rekor harian di angka 67.231,28. Lonjakan ini dipimpin oleh raksasa investasi SoftBank Group yang sahamnya terbang 14 persen, sekaligus mendepak Toyota sebagai perusahaan publik paling bernilai di Negeri Sakura.

Baca Juga: Singgung Prabowo Gemar ke Luar Negeri, Eks Wamenlu Beri Pesan Menohok

Setali tiga uang, indeks Kospi Korea Selatan melesat 3,7 persen ke level 8.788,38. Sentimen positif ini ditopang oleh meroketnya saham Samsung Electronics sebesar 10,1 persen, menyusul rilis data resmi pertumbuhan ekspor Korsel yang melonjak 53 persen (year-on-year) pada Mei akibat tingginya permintaan cip semikonduktor global.

Kendati demikian, zona merah masih membayangi pasar saham China. Indeks Shanghai Composite merosot 0,3 persen ke level 4.057,74 setelah Beijing melaporkan adanya perlambatan aktivitas manufaktur dan penurunan permintaan ekspor baru sepanjang bulan lalu.

Baca Juga: Momen Langka Hari Lahir Pancasila, Prabowo Gandeng Tangan Megawati Usai Upacara

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Timur Tengah dilaporkan makin kompleks. Selain negosiasi gencatan senjata 60 hari yang masih buntu di meja Presiden AS Donald Trump, pergerakan militer Israel yang mulai merangsek masuk ke wilayah Lebanon untuk menggempur kelompok Hezbollah bentukan Iran, diprediksi bakal terus menjaga fluktuasi harga energi global dalam beberapa pekan ke depan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#timur tengah #minyak mentah #amerika serikat #iran