Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Breaking News! Dolar AS Tembus Rp18.000

Thomas Priyandoko • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:00 WIB

Pantauan kurs dolar AS terhadap Rupiah pada pagi 4 Juni 2026. (Tangkapan layar)
Pantauan kurs dolar AS terhadap Rupiah pada pagi 4 Juni 2026. (Tangkapan layar)
 

 

KALTIMPOST.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan setelah kurs menembus level psikologis Rp18.000 per dolar. Berdasarkan data perdagangan yang ditampilkan Google Finance pada Kamis pagi (4/6/2026), 1 dolar AS tercatat setara Rp18.012.

Angka tersebut menjadi salah satu level tertinggi dolar AS terhadap rupiah dalam setahun terakhir. Grafik pergerakan satu bulan menunjukkan tren penguatan dolar yang berlangsung secara bertahap sejak awal Mei 2026.

Bahkan nilai Rp 18.000 menjadi titik terendah nilai tukar rupiah terhadap dolar sepanjang sejarah.

Tembusnya level Rp18.000 menjadi perhatian pelaku pasar karena angka tersebut selama ini dianggap sebagai batas psikologis penting dalam perdagangan valuta asing Indonesia.

Penguatan dolar AS biasanya dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebijakan suku bunga Amerika Serikat, kondisi ekonomi global, hingga sentimen pasar terhadap negara berkembang.

Bagi masyarakat, pelemahan rupiah berpotensi berdampak pada kenaikan biaya impor, harga bahan baku industri, hingga sejumlah produk yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Sektor yang paling sensitif terhadap penguatan dolar AS antara lain industri elektronik, otomotif, logistik, penerbangan, serta pelaku usaha yang memiliki kewajiban pembayaran dalam mata uang asing.

Pergerakan kurs rupiah dalam beberapa hari ke depan masih akan menjadi perhatian pasar, terutama terkait respons pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika ekonomi global.

Level Rp18.012 per dolar AS yang tercatat saat ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat dan berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi nasional apabila tren tersebut berlanjut.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#rupiah lemah #rupiah #ekonomi indonesia #dolar as #prabowo