KALTIMPOST.ID,WASHINGTON DC–Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) resmi menyetujui resolusi untuk membatasi kewenangan militer Presiden Donald Trump terhadap Iran tanpa persetujuan Kongres. Langkah ini menjadi pukulan politik telak dan langka bagi Trump, menyusul pembelotan empat anggota Partai Republik yang memilih memihak Partai Demokrat dalam pemungutan suara tersebut.
Dilansir dari Reuters, resolusi yang diajukan Partai Demokrat ini lolos tipis melalui pemungutan suara (voting) dengan hasil 215 suara setuju berbanding 208 menolak. Keputusan bipartisan ini lahir di tengah ketegangan yang belum mereda setelah pecahnya perang AS-Iran sejak Februari lalu.
Baca Juga: Hati-Hati Didekati Wanita Cantik di Medsos, Sindikat Scammer Internasional Incar Korban
Kendati demikian, pemungutan suara ini dinilai sebagian besar masih bersifat simbolis. Resolusi tersebut masih harus menghadapi ujian berat di Senat AS yang saat ini dikuasai oleh Partai Republik. Selain itu, Trump memiliki hak veto untuk membatalkan aturan tersebut, yang hanya bisa dianulir jika mendapat dukungan dua pertiga suara di DPR dan Senat.
Langkah ini merupakan upaya keempat DPR AS dalam meredam agresivitas militer sang presiden, setelah tiga resolusi sebelumnya selalu kandas di parlemen.
Rencana Pertemuan dan Kondisi Mojtaba Khamenei
Di tengah kebuntuan kesepakatan damai, Donald Trump mengejutkan publik dengan menyatakan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.
"Saya ingin bertemu dengannya, dan kami mungkin akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan," ujar Trump dalam wawancara di podcast 'Pod Force One' New York Post, sebagaimana dilansir AFP.
Hubungan kedua negara seketika memanas ekstrem pada akhir Februari silam setelah serangan gabungan AS dan Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Tampuk kepemimpinan Iran kemudian diteruskan oleh sang putra, Mojtaba Khamenei.
Namun, Trump membeberkan informasi intelijen terbaru yang mengklaim bahwa Mojtaba ikut terluka parah dalam serangan fatal tersebut.
Baca Juga: Polres PPU Gulung Tujuh Pengedar, Sabu Dilarutkan ke Air Mineral hingga Disisipkan ke Teh Kotak
"Saya tidak mendengar kabar bahwa kondisinya baik," kata Trump, mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Iran itu saat ini dalam keadaan kritis.(*)
Editor : Thomas Priyandoko