SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) akan menjadi pusat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Serikat Perusahaan Pers (SPS) yang puncak acaranya dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Balikpapan, Samarinda, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah dinilai memiliki makna strategis karena daerah ini tengah berada di pusat transformasi nasional seiring pembangunan IKN sebagai ibu kota baru Indonesia.
Tahun ini SPS genap berusia 80 tahun sejak didirikan pada 8 Juni 1946. Organisasi yang menjadi wadah perusahaan pers di Indonesia tersebut mengusung tema “Mengakar dalam Integritas, Bertumbuh Melalui Inovasi, Melangkah Bersama untuk Masa Depan Pers yang Lebih Kuat dan Sehat.”
Baca Juga: Jaga Tren Positif, Neraca Perdagangan Kaltim April 2026 Surplus Dekati USD1 Miliar
Ketua SPS Kalimantan Timur, Ajid Kurniawan, menyatakan kesiapan daerahnya menyambut perhelatan nasional tersebut. Menurutnya, momentum peringatan delapan dekade SPS menjadi kesempatan bagi insan pers untuk memperkuat peran di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat.
"Kaltim saat ini berada di jantung transformasi nasional dengan hadirnya IKN. Momentum ini sangat relevan dengan semangat SPS yang terus bergerak maju menghadapi perubahan," ujar Ajid dalam keterangan resminya, Senin (8/6/2026).
Ajid mengajak seluruh perusahaan pers untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku audiens tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik yang menjadi fondasi utama media.
"Dari Kaltim kami menyerukan kepada insan pers untuk bangkit bersama dan berinovasi tanpa henti. Dengan integritas sebagai akar dan inovasi sebagai penggerak, pers Indonesia akan semakin kuat menghadapi tantangan masa depan," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum SPS Januar P. Ruswita menegaskan usia 80 tahun bukan sekadar penanda perjalanan panjang organisasi, melainkan momentum memperkuat visi masa depan industri pers nasional.
Baca Juga: DPD Kongres Advokat Indonesia Kaltim Sukses Gelar Konsultasi Hukum Gratis Peringati HUT ke-18
Menurutnya, integritas harus tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga kepercayaan publik. Namun di saat yang sama, perusahaan pers juga dituntut mampu beradaptasi melalui inovasi agar tetap relevan di tengah perubahan teknologi dan ekosistem informasi digital.
"Kita harus terus mengakar kuat dalam integritas sebagai fondasi utama kepercayaan publik. Namun integritas saja tidak cukup, perusahaan pers juga harus bertumbuh melalui inovasi agar tetap relevan dan berdaya saing," ujarnya.
Senada, Sekretaris Jenderal SPS Asmono Wikan menilai tantangan industri media saat ini semakin kompleks. Selain menjaga kualitas produk jurnalistik, perusahaan pers juga harus mampu memahami kebutuhan audiens dan membangun model bisnis yang berkelanjutan.
Saat ini SPS memiliki 30 cabang provinsi dengan 614 perusahaan pers anggota di seluruh Indonesia. Mayoritas anggota merupakan media arus utama yang telah mengembangkan bisnisnya ke berbagai platform digital.
Perayaan HUT ke-80 SPS di Kaltim diharapkan menjadi momentum konsolidasi perusahaan pers nasional sekaligus memperkuat komitmen menjaga kemerdekaan pers, profesionalisme, dan keberlanjutan industri media di era digital.(*)
Editor : Thomas Priyandoko