Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kesepakatan Damai AS-Iran Mendekati Akhir, Ketegangan Kembali Pecah di Selat Hormuz

Ari Arief • Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:54 WIB
MEMANAS: Seekor burung terbang di atas Selat Hormuz yang sekarang dikabarkan kian memanas.(AP)
MEMANAS: Seekor burung terbang di atas Selat Hormuz yang sekarang dikabarkan kian memanas.(AP)

 

KALTIMPOST.ID,WASHINGTON–Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan semakin dekat untuk menyepakati perjanjian damai guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga setengah bulan terakhir.

Seorang pejabat senior pemerintah AS menyatakan kedua belah pihak telah menyetujui draf teks perjanjian dan Washington memproyeksikan penandatanganan kesepakatan awal akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, turut membenarkan perkembangan tersebut lewat televisi negara. Meski mengakui masih ada ruang untuk perubahan teknis, Araqchi mengklaim kesepakatan tentatif ini membuktikan bahwa Iran keluar dari konflik dengan posisi yang lebih kuat.

Baca Juga: LAKI PPU Siap Bawa "Bom Waktu" Dugaan Korupsi APBD dan Oknum APH ke Rakernas Jakarta

"Iran adalah pemenang dalam perang melawan AS ini," tegas Araqchi, Jumat (12/6/2026) waktu setempat. 

Berdasarkan keterangan pejabat AS, poin utama perjanjian ini mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan atau memiliki senjata nuklir, pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas minyak internasional secara normal, serta pencabutan blokade laut yang selama ini diterapkan oleh AS. 

Baca Juga: Pererat Kemitraan, Polres PPU Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga

Namun, di tengah sinyal positif perdamaian tersebut, situasi di lapangan kembali memanas. Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman kemajuan negosiasi, militer AS dilaporkan menembak jatuh sejumlah pesawat nirawak (drone) serang milik Iran yang bergerak menuju Selat Hormuz. 

Menurut sumber internal yang mengetahui insiden tersebut, langkah penembakan diambil karena drone-drone satu arah itu dianggap menebar ancaman langsung terhadap jalur pelayaran komersial. Komando Sentral AS (US Central Command) kemudian mengonfirmasi aksi militer tersebut dan memastikan bahwa jalur perairan strategis itu kini telah aman untuk dilalui. 

Baca Juga: Diunggulkan Lolos ke Final, LBC Enggan Remehkan Lawan

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga sempat mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran agar menghentikan peluncuran drone ke arah kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. "Mereka (Iran) harus segera membenahi tindakan mereka, dan cepat!" tegas Trump sebelum insiden pencegatan terjadi. 

Di sisi lain, media semi-pemerintah Iran melaporkan bahwa sejumlah suara ledakan sempat terdengar di sepanjang kawasan selat, tepatnya di Pulau Qeshm dan pelabuhan Sirik. Warga lokal menyebut ledakan tersebut bersumber dari tembakan artileri pertahanan udara. 

Baca Juga: Warga Kaltim Bersiap! BMKG Sebut Hujan Guyur Balikpapan hingga Besok, Ini Wilayah Terdampak

Ketegangan terbaru ini menjadi pengingat bahwa meskipun kesepakatan gencatan senjata jangka panjang berada di depan mata, potensi eskalasi militer di jalur pasokan energi paling krusial di dunia tersebut masih tetap membayangi konflik kedua negara.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#selat hormuz #amerika serikat #iran