Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ketidakseimbangan Lulusan SMP Jadi Momok Tahunan, Pemprov Kaltim Butuh 12 Sekolah Baru

Eko Pralistio • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:20 WIB
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin. (FOTO/EKO PRALISTIO)
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin. (FOTO/EKO PRALISTIO)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Ketersediaan bangku sekolah di jenjang sekolah menengah atas (SMA) masih menjadi perhatian di Provinsi Kaltim, meski pemerintah pusat sudah melakukan revitalisasi ratusan sekolah.

Ketersediaan bangku sekolah biasanya menjadi isu sensitif menjelang SPMB. Di mana, angka lulusan sekolah menengah pertama (SMP) disebut tak sebanding dengan jumlah ketersediaan bangku sekolah di tingkat SMA.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin mengatakan, pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen telah merevitalisasi sebanyak 102 sekolah di Kaltim, dan anggarannya dari pusat. Pihaknya mengaku revitalisasi itu bisa terjadi setelah Pemprov, DPRD, DPR, mengusulkan adanya penambahan sekolah di Benua Etam.

"Alhamdulillah kita diperhatikan dan luar biasa memang anggaran dari pusat untuk revitalisasi. Yang jelas kita bersyukur bahwa perjuangan kita baik dari anggota DPR RI, dari Kaltim, dari Pak Gubernur juga," ungkapnya, Jumat (19/6/2026).

Kendati begitu, Provinsi Kaltim disebut masih butuh 15 sekolah lagi agar bisa memenuhi ketersediaan bangku sekolah. Teranyar dilaporkan sudah ada tiga sekolah yang dibangun oleh pemerintah pusat. Sekolah itu berada di Balikpapan, Muara Kaman, dan di kawasan Sepaku. "Itu semua dibantu dari pusat," imbuhnya.

Dengan adanya bantuan itu, artinya Kaltim masih butuh 12 sekolah lagi. Armin menegaskan, sisanya akan dibangun dikepemimpinan Gubernur Rudy Mas'ud. Pada bagian lain, Armin juga menjelaskan bahwa saat ini ada dua skema yang disediakan pemerintah untuk memudahkan proses pembelajaran berbasis nonformal.

Namanya SKB (sanggar kegiatan belajar) dan PJJ (pembelajaran jarak jauh). Armin menjelaskan, keberadaan SKB ini bisa membantu siswa tetap menempuh pendidikan disela-sela kesibukannya membantu orang tua.

"Memang ini sangat bagus, khususnya untuk menampung anak-anak kita yang kebetulan mereka mungkin harus kerja, harus membantu orang tua," jelasnya. Sementara impelementasi PJJ di Kaltim, kata dia, sudah ada sekolah yang ditunjuk untuk menjalankan program tersebut. Namun Armin belum menyebut dimana sekolah yang dimaksud.

"Jadi anak-anak tidak harus ke sekolah. Mereka bisa belajar dari rumahnya, tidak harus pakai seragam, nanti kita ada pendampingan dari sekolah dan bisa juga lewat online," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#lulusan SMP Kaltim #Krisis Bangku SMA Kaltim #Disdikbud Kaltim