Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo, drg Ahmad Jaiz, mengatakan pembangunan gedung tersebut merupakan respons terhadap meningkatnya kasus penyakit jantung dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Jaiz, keberadaan cathlab biplane menjadi salah satu fasilitas unggulan yang dimiliki gedung tersebut. "Cathlab ini merupakan fasilitas laboratorium kateterisasi jantung dan pembuluh darah mutakhir yang dilengkapi dengan dua lengan pencitraan (C-arm)," kata Jaiz.
Ia menjelaskan, cathlab biplane menjadi terobosan penting karena mampu memberikan hasil diagnosis yang lebih akurat dengan prosedur yang lebih cepat, serta paparan radiasi yang lebih rendah dibandingkan sistem konvensional.
Baca Juga: Tidak Perlu ke Jawa! Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower RSKD Balikpapan Resmi Beroperasi
Selain pengembangan infrastruktur, Jaiz menekankan pentingnya tata kelola rumah sakit, budaya keselamatan pasien, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, keberhasilan layanan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga profesionalisme tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.
Peresmian Gedung Jantung Terpadu tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di Kalimantan Timur, khususnya dalam penanganan penyakit jantung yang terus meningkat. RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo, lanjut Jaiz, juga tengah mempersiapkan akreditasi nasional hingga internasional sebagai upaya meningkatkan standar mutu pelayanan.
"Ini adalah ikhtiar besar untuk memastikan kesehatan jantung masyarakat Kaltim tetap terjaga," ungkapnya. Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower terdiri atas tujuh lantai dengan berbagai fasilitas pelayanan. Lantai 1 difungsikan untuk instalasi gawat darurat (IGD) khusus jantung, poliklinik, laboratorium, dan CT scan. Lantai 2 menjadi lokasi cathlab biplane pertama di Kalimantan.
Sementara itu, lantai 3 digunakan untuk ruang operasi hybrid, non-hybrid, dan ruang pemulihan (recovery). Lantai 4 diperuntukkan bagi ruang rawat VIP, sedangkan lantai 5 digunakan sebagai ruang rawat inap kelas III. Adapun lantai 7 difungsikan untuk poliklinik, treadmill, dan rehabilitasi medik. Pada bagian rooftop, rumah sakit memasang panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (riz)
Editor : Muhammad Rizki