KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Venezuela masih berjuang menghadapi dampak dua gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang negara tersebut pada Rabu (24/6) waktu setempat.
Bencana yang terjadi hanya dalam selang 39 detik itu menimbulkan kerusakan luas, menewaskan ratusan orang, serta memicu respons kemanusiaan dari berbagai negara.
Berikut tujuh fakta penting terkait gempa kembar yang mengguncang Venezuela.
1. Pemerintah Berlakukan Status Darurat
Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menetapkan status darurat nasional setelah dua gempa besar disusul lebih dari 20 gempa susulan mengguncang sejumlah wilayah. Dampak kerusakan juga memaksa Bandara Internasional Maiquetia di dekat Caracas menghentikan operasional karena infrastruktur mengalami kerusakan berat.
2. Korban Jiwa Terus Bertambah
Data terbaru yang disampaikan Ketua Majelis Nasional, Jorge Rodríguez, mencatat sedikitnya 188 orang meninggal dunia dan 1.520 lainnya mengalami luka-luka. Kawasan La Guaira di utara Caracas menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Proses evakuasi masih berlangsung untuk mencari korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan.
3. Dua Gempa Terjadi Hampir Bersamaan
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2 terjadi pada pukul 22.04 GMT dengan pusat gempa sekitar 21 kilometer di barat Kota Moron. Hanya 39 detik kemudian, gempa kedua berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang lokasi sekitar 45 kilometer dari pusat gempa pertama.
USGS mengategorikan fenomena tersebut sebagai gempa doublet, yaitu dua gempa besar yang terjadi dalam rentang waktu sangat singkat. Dalam peristiwa ini, gempa M7,2 disebut sebagai gempa pendahuluan (foreshock), sedangkan gempa M7,5 menjadi gempa utama.
Baca Juga: Pengeroyokan Brutal di Nganjuk: 14 Tersangka Ditangkap, Polisi Ungkap Peran Masing-masing Pelaku
4. USGS Prediksi Dampak Sangat Besar
Lembaga geologi Amerika Serikat itu memperkirakan jumlah korban dapat meningkat drastis seiring proses pendataan yang masih berlangsung. Dalam proyeksi awal, korban meninggal diperkirakan bisa berada pada kisaran 10.000 hingga 100.000 jiwa apabila seluruh wilayah terdampak berhasil didata.
Pemerintah Venezuela mengerahkan aparat keamanan, tim penyelamat, dan bantuan sipil untuk mempercepat proses evakuasi.
5. Gempa Terbesar Sejak 1900
USGS menyebut gempa berkekuatan Magnitudo 7,5 merupakan yang terbesar melanda Venezuela maupun wilayah lepas pantainya sejak tahun 1900. Saat bencana terjadi, banyak warga berada di rumah karena bertepatan dengan hari libur nasional.
Sejumlah saksi mengaku mendengar dentuman keras sebelum bangunan berguncang hebat. Barang-barang di dalam rumah berjatuhan, sementara warga berhamburan keluar menyelamatkan diri. Beberapa warga lanjut usia bahkan menyebut guncangan kali ini lebih dahsyat dibanding gempa besar yang pernah melanda Venezuela pada 1967.
6. Amerika Serikat Siapkan Bantuan
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan memberikan dukungan penuh bagi penanganan bencana. Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Departemen Perang akan membantu distribusi logistik serta operasi penyelamatan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
Menurut Rubio, prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Blusukan Jokowi di Lampung 26-28 Juni 2026, Hadiri Rakorda PSI hingga Temui UMKM
7. Swiss Kirim Tim Penyelamat
Pemerintah Swiss turut mengirim bantuan melalui misi Swiss Rescue Chain yang terdiri atas 80 personel, delapan anjing pelacak, serta sekitar 18 ton peralatan pencarian dan penyelamatan.
Misi tersebut difokuskan untuk menemukan dan mengevakuasi korban yang masih tertimbun bangunan runtuh. Meski sempat terkendala penutupan wilayah udara Venezuela, tim penyelamat akhirnya berhasil diberangkatkan setelah otoritas Swiss memperoleh jalur penerbangan menuju negara tersebut.
Editor : Uways Alqadrie